Profil Hery Susanto, Doktor Lingkungan yang Ditangkap pada Hari Keenam Menjabat Ketua Ombudsman
Profil Hery Susanto, Doktor Lingkungan yang Ditangkap pada Hari Keenam Menjabat Ketua Ombudsman

Profil Hery Susanto, Doktor Lingkungan yang Ditangkap pada Hari Keenam Menjabat Ketua Ombudsman

Frankenstein45.Com – 17 April 2026 | Hery Susanto, lulusan doktoral di bidang lingkungan, menapaki kariernya dari akademisi hingga pejabat tinggi negara. Setelah menuntaskan studi doktoralnya di sebuah universitas ternama, ia aktif meneliti dampak pertambangan nikel terhadap ekosistem dan menjadi penasihat teknis bagi sejumlah perusahaan tambang.

Karier publik Hery mulai bersinar ketika ia diangkat sebagai Ketua Ombudsman Republik Indonesia pada awal tahun 2023. Sebagai pemimpin lembaga pengawas layanan publik, ia berjanji meningkatkan transparansi dan memberantas praktik korupsi di sektor pemerintahan serta industri.

Pada hari keenam masa jabatannya, Kejaksaan Agung menetapkan Hery Susanto sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang melibatkan tata kelola usaha pertambangan nikel periode 2013‑2025. Penyidikan menyoroti indikasi penyalahgunaan wewenang, gratifikasi, serta manipulasi perizinan yang menguntungkan beberapa perusahaan tambang besar.

  • 2013‑2025: Periode kegiatan tambang nikel yang menjadi subjek investigasi.
  • Juli 2023: Hery Susanto dilantik sebagai Ketua Ombudsman RI.
  • September 2023 (Hari ke‑6): Kejaksaan Agung menetapkan Hery sebagai tersangka.

Penangkapan ini menimbulkan gelombang reaksi di kalangan politik, organisasi masyarakat sipil, dan publik luas. Beberapa pihak menuntut proses hukum yang transparan dan cepat, sementara yang lain mengingatkan pentingnya tidak melompat pada kesimpulan sebelum proses peradilan selesai.

Kasus ini juga menyoroti tantangan besar dalam mengawasi industri pertambangan yang strategis bagi ekonomi nasional, namun sekaligus menimbulkan dampak lingkungan yang signifikan. Dengan latar belakang pendidikan Hery di bidang lingkungan, kasus ini menimbulkan pertanyaan tentang konflik kepentingan antara tugas pengawasan dan hubungan dengan industri.

Ke depan, proses penyidikan dan persidangan akan menentukan nasib Hery Susanto serta memberikan pelajaran penting bagi lembaga pengawas lain dalam menegakkan integritas dan akuntabilitas.