Frankenstein45.Com – 03 Juni 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi mengangkat Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan posisi Dadan Hindayana. Pengangkatan ini diumumkan melalui Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, pada awal pekan ini.
Nanik S. Deyang memiliki latar belakang akademik yang kuat di bidang gizi dan kesehatan masyarakat. Ia menyelesaikan studi sarjana gizi di Universitas Indonesia, dilanjutkan dengan program magister di bidang Kesehatan Publik di Universitas Gadjah Mada. Selama lebih dari dua dekade, ia terlibat dalam berbagai proyek pemerintah dan lembaga internasional yang berfokus pada program suplementasi gizi, penanggulangan stunting, dan kebijakan pangan.
Beberapa pencapaian penting dalam kariernya meliputi:
- Koordinasi program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang berhasil menurunkan tingkat kekurangan gizi pada anak balita di wilayah Jawa Barat sebesar 12% dalam tiga tahun.
- Pengembangan modul pelatihan gizi untuk tenaga kesehatan desa yang kini diadopsi oleh Kementerian Kesehatan.
- Penelitian kolaboratif dengan WHO tentang dampak pandemi COVID-19 terhadap status gizi masyarakat rentan.
Pengangkatan Nanik S. Deyang diharapkan dapat memperkuat upaya pemerintah dalam mencapai target penurunan stunting nasional sebesar 14% pada tahun 2025. Dalam pernyataannya, ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektoral antara Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, dan lembaga swadaya masyarakat.
Selain itu, Nanik menyoroti beberapa tantangan utama yang harus dihadapi BGN, antara lain:
- Ketersediaan data gizi yang akurat dan real‑time.
- Peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di daerah terpencil.
- Penguatan regulasi pangan untuk mengurangi konsumsi makanan olahan tinggi gula dan garam.
Ia juga berjanji akan mempercepat pelaksanaan program gizi berbasis bukti, serta meningkatkan transparansi dalam pengelolaan anggaran BGN. Dengan pengalaman dan jaringan yang luas, Nanik S. Deyang diharapkan dapat membawa perubahan signifikan bagi kesejahteraan gizi penduduk Indonesia.




