Frankenstein45.Com – 22 April 2026 | Letjen TNI Djon Afriandi, lulusan Akademi Militer Angkatan Darat tahun 1995, menapaki jejak karir selama tiga dekade di lingkungan TNI AD sebelum dipercaya memimpin Kopassus. Ia dikenal karena kepemimpinan yang tegas, kemampuan taktis yang tajam, serta dedikasinya dalam meningkatkan profesionalisme pasukan khusus Indonesia.
Awal Karier dan Pendidikan
Setelah menamatkan pendidikan di Akmil, Djon Afriandi mengukir prestasi sebagai perwira pertama di satuan infanteri. Ia kemudian melanjutkan pendidikan lanjutan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SESKOAD) serta Sekolah Tinggi Komando (SEKOPUS). Selama masa studi, ia aktif dalam latihan lintas negara yang memperluas wawasan taktisnya.
Jejak Pengabdian di TNI AD
Berbagai penugasan penting memperkaya pengalaman Djon Afriandi, antara lain:
- Komandan Batalyon Infanteri ke-13 (1999‑2003)
- Kepala Staf Resimen Infanteri 2 (2005‑2008)
- Direktor Operasi Khusus (2012‑2015)
- Wakil Panglima Kostrad (2017‑2020)
Penunjukan sebagai Panglima Kopassus
Pada tahun 2023, Presiden Republik Indonesia mengangkat Letjen TNI Djon Afriandi sebagai Panglima Komando Pasukan Khusus. Penunjukan ini menandai puncak karirnya setelah lebih dari tiga puluh tahun mengabdi di medan perang dan bidang operasional khusus.
Prestasi dan Kontribusi Utama
| Tahun | Prestasi |
|---|---|
| 2004 | Berperan dalam operasi penertiban di Aceh yang berhasil mengurangi aktivitas separatis |
| 2010 | Memimpin tim penanggulangan terorisme di Papua, menahan jaringan teroris internasional |
| 2018 | Menginisiasi program modernisasi peralatan tempur Kopassus, termasuk pengadaan senjata ringan dan sistem komunikasi taktis terkini |
| 2022 | Mengembangkan kurikulum pelatihan khusus yang menekankan integrasi intelijen siber dan taktik urban |
Berbagai prestasi tersebut menegaskan reputasinya sebagai pemimpin yang inovatif dan berdedikasi. Di bawah kepemimpinannya, Kopassus semakin menonjol dalam operasi lintas batas, kerjasama internasional, serta penanggulangan ancaman terorisme modern.
Ke depan, Letjen TNI Djon Afriandi menargetkan peningkatan kapabilitas pasukan khusus melalui peningkatan pelatihan, adopsi teknologi terbaru, serta memperkuat jaringan kerjasama dengan unit serupa di negara sahabat.




