Frankenstein45.Com – 02 Juni 2026 | Program Masyarakat Berdaya Gizi (MBG) yang diluncurkan pemerintah memerlukan pasokan susu dalam jumlah sangat besar untuk mendukung pertumbuhan anak-anak di seluruh Indonesia. Menurut pernyataan Badan Gizi Nasional (BGN), lembaga tersebut menghadapi kesulitan signifikan dalam memenuhi kebutuhan susu tersebut.
BGN memperkirakan kebutuhan susu anak mencapai jutaan liter per bulan, sementara produksi lokal masih belum mampu menutupi permintaan. Akibatnya, program MBG berisiko mengalami kekurangan suplai yang dapat menghambat pencapaian target gizi nasional.
- Permintaan susu diproyeksikan meningkat sekitar 30% pada akhir tahun 2024.
- Produksi susu domestik hanya mampu menyuplai sekitar 60% dari kebutuhan.
- Import susu masih terbatas karena regulasi dan biaya logistik.
Untuk mengatasi kendala tersebut, BGN menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Pemerintah diharapkan dapat memperkuat kebijakan pendukung peternak sapi perah, termasuk subsidi pakan, pelatihan manajemen peternakan, dan akses kredit yang lebih mudah. Sementara itu, peternak diharapkan meningkatkan kapasitas produksi melalui adopsi teknologi modern seperti sistem pemeliharaan otomatis dan peningkatan genetika ternak.
Langkah-langkah konkret yang dapat diambil meliputi:
- Peningkatan insentif fiskal bagi peternak yang berpartisipasi dalam program MBG.
- Penyediaan fasilitas penyimpanan dan distribusi susu yang efisien.
- Pengembangan jaringan distribusi di daerah terpencil untuk memastikan susu sampai ke penerima manfaat.
- Monitoring dan evaluasi rutin untuk menilai kecukupan pasokan serta kualitas susu yang didistribusikan.
Dengan sinergi antara pemerintah, BGN, dan para peternak, diharapkan pasokan susu untuk program MBG dapat terpenuhi secara berkelanjutan, sehingga tujuan gizi anak Indonesia dapat tercapai.




