Frankenstein45.Com – 15 Mei 2026 | PSIM Yogyakarta menegaskan ambisinya untuk memperoleh lisensi kompetisi Asia (AFC) pada musim kompetisi 2027/2028. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang klub untuk meningkatkan kualitas tim, infrastruktur, serta manajemen profesional.
Lisensi AFC mencakup sejumlah standar yang harus dipenuhi, antara lain:
- Stadion yang memenuhi standar keamanan, kapasitas, dan fasilitas penonton.
- Keuangan klub yang transparan, bebas utang signifikan, dan memiliki laporan keuangan yang diaudit.
- Pengembangan akademi pemain muda dengan program pelatihan yang terstruktur.
- Manajemen klub yang profesional, termasuk pelatih bersertifikasi AFC dan staf medis yang kompeten.
- Komitmen terhadap regulasi kompetisi, termasuk kepatuhan terhadap fair play dan anti-doping.
Berikut ini rangkuman persyaratan lisensi AFC beserta status terkini PSIM:
| Persyaratan | Status PSIM |
|---|---|
| Infrastruktur Stadion | Renovasi Stadion Sultan Agung dijadwalkan selesai akhir 2025. |
| Keuangan | Laporan keuangan audit 2023 telah disiapkan, target likuiditas mencukupi. |
| Akademi Pemuda | Program akademi ditingkatkan dengan 3 pelatih bersertifikat AFC. |
| Staf Pelatih & Medis | Pelatih kepala berlisensi AFC Level B, tim medis lengkap. |
| Regulasi & Fair Play | Club telah mengadopsi sistem manajemen kepatuhan internal. |
Direktur Olahraga PSIM, nama menyatakan bahwa proses persiapan lisensi akan melibatkan seluruh komponen klub, mulai dari manajemen puncak hingga komunitas pendukung. “Kami ingin menampilkan PSIM bukan hanya sebagai tim kompetitif di level nasional, tetapi juga sebagai perwakilan Indonesia yang mampu bersaing di kancah Asia,” ujarnya.
Jika lisensi berhasil diperoleh, PSIM akan berhak berpartisipasi dalam kompetisi klub Asia, membuka peluang bagi pemain lokal untuk berkompetisi melawan tim-tim top dari negara lain. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan eksposur pemain, menarik sponsor baru, serta menambah pendapatan klub melalui hak siar dan hadiah kompetisi.
Penggemar PSIM diharapkan memberikan dukungan penuh selama proses persiapan ini, karena keberhasilan lisensi tidak hanya bergantung pada manajemen, tetapi juga pada dukungan finansial dan moral dari basis suporter.




