Frankenstein45.Com – 21 Juni 2026 | Pada bulan Muharram umat Islam sering memperbanyak puasa, khususnya pada tanggal 9 (Tasua) dan 10 (Asyura). Meskipun keduanya kerap disebut bersamaan, masing‑masing memiliki latar belakang, keutamaan, dan tata cara yang berbeda.
Pengertian dan Sejarah Puasa Tasua
Puasa Tasua terjadi pada hari ke‑9 Muharram. Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa puasa pada hari ini merupakan sunnah, terutama bagi mereka yang tidak dapat berpuasa pada Asyura. Tradisi ini juga dipengaruhi oleh kebiasaan sebelum Islam, dimana orang‑orang berpuasa pada hari‑hari tertentu sebagai bentuk penebusan.
Pengertian dan Sejarah Puasa Asyura
Puasa Asyura jatuh pada hari ke‑10 Muharram. Dalam hadis shahih, Nabi menyebutkan keutamaan puasa ini, mengaitkannya dengan peristiwa Bani Israil yang selamat dari Firaun serta pembebasan Nabi Musa. Karena kedudukan historis dan spiritual yang kuat, puasa Asyura dianggap lebih utama.
Perbandingan Ringkas
| Aspek | Tasua (9 Muharram) | Asyura (10 Muharram) |
|---|---|---|
| Dasar Hadis | Sunnah (tidak wajib) | Hadis shahih, sangat dianjurkan |
| Keutamaan | Pengganti puasa Asyura bila tak mampu | Puasa yang paling utama pada Muharram |
| Amalan Umum | Sering dilakukan bersamaan dengan Asyura | Disarankan puasa tunggal atau berlanjut 2 hari |
Kesimpulannya, meski kedua puasa memiliki nilai pahala, Asyura secara historis dan tekstual lebih diutamakan. Namun, melaksanakan kedua puasa secara berurutan (Tasua‑Asyura) merupakan amalan yang sangat dianjurkan, khususnya bagi yang ingin menambah pahala pada bulan suci Muharram.




