Puluhan Siswa di Jakarta Timur Diduga Keracunan Usai Santap MBG, BGN Tutup Dapur SPPG
Puluhan Siswa di Jakarta Timur Diduga Keracunan Usai Santap MBG, BGN Tutup Dapur SPPG

Puluhan Siswa di Jakarta Timur Diduga Keracunan Usai Santap MBG, BGN Tutup Dapur SPPG

Frankenstein45.Com – 04 April 2026 | Puluhan siswa di wilayah Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur mengalami gejala keracunan makanan setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat 3 April 2026.

Laporan pertama datang dari orang tua yang menghubungi layanan darurat. Gejala yang muncul meliputi mual, muntah, diare, dan kram perut. Sebagian siswa dirawat di rumah sakit terdekat, sementara yang lain dipantau di klinik sekolah.

Badan Gizi Nasional (BGN) segera menanggapi dengan menutup dapur SPPG (Satuan Penyelenggaraan Program Gizi) yang menyediakan makanan MBG. Tim inspeksi melakukan pengecekan sanitasi, bahan baku, serta prosedur penyimpanan.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk mengidentifikasi penyebab pasti, namun faktor utama yang dicurigai meliputi kontaminasi bakteri atau penggunaan bahan makanan yang tidak layak.

Berikut langkah-langkah yang diambil oleh pihak berwenang:

  • Penutupan sementara dapur SPPG dan pengamanan semua sisa makanan.
  • Pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dan air yang digunakan.
  • Penyuluhan darurat kepada sekolah-sekolah tentang prosedur kebersihan makanan.
  • Pemantauan kesehatan siswa selama 48 jam ke depan.
  • Pelaporan lengkap kepada Komisi Pangan Nasional.

Data awal menunjukkan bahwa sekitar 30 orang terpapar, dengan 12 orang dirawat di rumah sakit dan 18 orang dipantau di rumah. Tidak ada laporan kematian hingga saat ini.

Ahli gizi dari Universitas Indonesia menekankan pentingnya kontrol mutu bahan baku, suhu penyimpanan, serta pelatihan staf dapur. “Kegagalan dalam salah satu tahapan dapat berujung pada keracunan massal,” ujarnya.

Masyarakat diimbau untuk memperhatikan gejala setelah mengonsumsi makanan di program MBG dan segera melaporkan jika terjadi keluhan. Sekolah diharapkan meningkatkan standar kebersihan dan melakukan audit rutin.

Penutupan dapur akan tetap berlangsung hingga hasil investigasi selesai dan standar kebersihan terpenuhi. BGN berjanji akan memperbaiki mekanisme distribusi MBG agar kejadian serupa tidak terulang.