Frankenstein45.Com – 26 Mei 2026 | JAKARTA – Pemerintah kembali melakukan penyesuaian anggaran pada program MBG (Masyarakat Berdaya Guna) dengan pemotongan sebesar Rp67 triliun. Keputusan ini diumumkan oleh Menteri Keuangan dalam rapat koordinasi anggaran tahun 2024, dan mendapat respons tegas dari Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dr. Hadi Prasetyo.
Berikut poin‑poin penting terkait keputusan tersebut:
- Jumlah pemotongan: Rp67 triliun dari total alokasi MBG.
- Alasan pemotongan: Penyesuaian fiskal untuk menyeimbangkan defisit anggaran negara.
- Syarat BGN: Program harus tetap berjalan dengan kualitas layanan yang tidak menurun.
- Target manfaat: Memastikan keberlanjutan bantuan gizi kepada 10 juta rumah tangga rentan.
BGN menegaskan bahwa meskipun dana yang tersedia berkurang, mereka akan mengoptimalkan penggunaan anggaran melalui:
- Penguatan mekanisme monitoring dan evaluasi.
- Peningkatan kerja sama dengan pemerintah daerah.
- Penggunaan teknologi informasi untuk meminimalkan biaya operasional.
Para pengamat ekonomi menilai bahwa pemotongan ini mencerminkan tekanan fiskal yang dihadapi pemerintah di tengah kondisi inflasi global. Namun, mereka juga memperingatkan bahwa pemotongan anggaran pada program sosial dapat menimbulkan risiko penurunan kualitas layanan jika tidak diimbangi dengan peningkatan efisiensi.
Ke depannya, BGN berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dan kementerian terkait lainnya, memastikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan dapat memberikan dampak maksimal bagi masyarakat.




