Purbaya: Ucapan Prabowo soal Dolar di Desa Untuk Menghibur
Purbaya: Ucapan Prabowo soal Dolar di Desa Untuk Menghibur

Purbaya: Ucapan Prabowo soal Dolar di Desa Untuk Menghibur

Frankenstein45.Com – 18 Mei 2026 | Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto baru-baru ini membuat pernyataan yang menjadi sorotan publik setelah kunjungan ke sebuah desa di Jawa Barat. Dalam sambutan santainya, Prabowo menyebut bahwa warga desa belum menggunakan dolar Amerika dalam aktivitas sehari-hari, dan menambahkan bahwa hal tersebut “menjadi hiburan” bagi pemerintah.

Pernyataan tersebut awalnya disampaikan dalam rangka acara “Purbaya” yang menekankan pentingnya kemandirian ekonomi lokal. Prabowo menekankan bahwa penggunaan mata uang asing di daerah pedesaan masih sangat minim, sehingga pemerintah dapat fokus pada program-program pembangunan yang berbasis rupiah.

Namun, komentar tersebut cepat mendapat beragam tanggapan di media sosial. Beberapa netizen menganggap ucapan tersebut sebagai candaan ringan yang dapat mengurangi ketegangan ekonomi, sementara yang lain menilai kurang sensitif mengingat inflasi dan kebutuhan impor barang kebutuhan pokok yang masih tinggi.

  • Netizen pro: Menyambut humor Presiden sebagai upaya mengurangi kecemasan publik terkait nilai tukar.
  • Netizen kontra: Mengkritik bahwa komentar tersebut mengabaikan realitas ekonomi rakyat yang masih merasakan tekanan harga.
  • Pengamat ekonomi: Menyatakan bahwa fokus pada penggunaan rupiah di pedesaan memang penting, namun harus disertai kebijakan konkret.

Pengamat politik menambahkan bahwa pernyataan semacam ini dapat menjadi strategi komunikasi untuk memperkuat citra Prabowo sebagai pemimpin yang dekat dengan masyarakat desa. Di sisi lain, kritik muncul bahwa humor politik harus diimbangi dengan solusi nyata, terutama dalam mengatasi ketergantungan impor dan fluktuasi nilai tukar.

Sejauh ini, tidak ada klarifikasi resmi dari tim komunikasi Istana terkait maksud spesifik dari pernyataan tersebut. Namun, pemerintah tetap menegaskan komitmen untuk memperkuat nilai rupiah melalui program‑program pendapatan desa, pembinaan usaha mikro, dan peningkatan literasi keuangan.

Dengan latar belakang situasi ekonomi global yang tidak menentu, pernyataan Prabowo ini diprediksi akan terus menjadi bahan perbincangan, baik di ruang publik maupun di arena politik. Bagaimana respons kebijakan selanjutnya akan menjadi indikator apakah humor tersebut dapat berubah menjadi langkah kebijakan yang efektif.