Frankenstein45.Com – 10 April 2026 | Ramadhan Sananta, penyerang asal Surabaya yang kini berlabuh di DPMM FC, kembali menjadi sorotan utama menjelang Piala AFF 2026. Setelah penampilan kurang bersinar dalam FIFA Series 2026, sang targetman tetap dipertimbangkan oleh pelatih asal Inggris, John Herdman, sebagai andalan lini depan Timnas Indonesia. Kepercayaan itu diperkuat oleh catatan internasional Sananta yang meliputi dua gol dan satu assist dalam 15 pertandingan bersama klubnya di Malaysia, serta kemampuan fisik dan kecepatan yang menjadi modal utama dalam peran sebagai nomor 9.
Peran Sananta di Skema John Herdman
John Herdman, yang pertama kali memimpin Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, harus menyiapkan skuad yang kompetitif di luar kalender FIFA Matchday. Karena tidak dapat memanggil pemain yang berkarier di Eropa, fokusnya beralih ke pemain domestik yang sudah terbiasa berlatih bersama Garuda. Sananta, bersama rekan-rekannya seperti Rizky Ridho, Nadeo Argawinata, dan Beckham Putra, menjadi pilihan logis untuk mengisi celah striker yang belum menemukan konsistensi maksimal.
Meski tidak mencetak gol pada FIFA Series 2026, Sananta tampil berani dalam dua laga, menunjukkan kemampuan menahan tekanan pertahanan lawan, khususnya ketika berhadapan dengan tim-tim Karibia. Herdman menilai bahwa pengalaman internasional Sananta, meski terbatas, cukup untuk mengasah mentalnya menjelang turnamen AFF yang dijadwalkan 24 Juli hingga 26 Agustus 2026.
Rumor Transfer ke Persebaya Surabaya
Sementara persiapan Timnas berjalan, nama Sananta kembali muncul dalam spekulasi transfer domestik. Persebaya Surabaya dilaporkan tertarik mengamankan striker berusia 23 tahun itu menjelang akhir kontraknya yang akan habis pada Juni 2026. Klub berencana menambah daya serang setelah mengalami krisis striker pada pekan sebelumnya. Jika Persebaya berhasil merekrut Sananta, ia dapat bergabung pada paruh musim Super League Indonesia 2025/26 atau bahkan pada musim baru 2026/27, tergantung keputusan final.
Pernyataan dari sumber internal klub menyebutkan bahwa Sananta memilih untuk menyelesaikan musim bersama DPMM FC, namun tidak menutup kemungkinan pindah secara gratis bila kontrak tidak diperpanjang. Hal ini membuka peluang bagi Persebaya untuk menambah opsi penyerang tanpa beban transfer fee.
Kompetisi AFF 2026: Tantangan dan Peluang
Piala AFF 2026 akan menjadi arena pertama bagi Herdman menguji strategi tanpa mengandalkan pemain naturalisasi. Dalam skenario ideal, Sananta akan berkolaborasi dengan Ole Romeny, yang berposisi sebagai nomor 10, serta mendukung serangan yang didukung oleh winger seperti Yakob Sayuri. Kombinasi tersebut diharapkan menciptakan variasi taktik, mulai dari serangan lewat sayap hingga umpan terobosan di area penalti.
Statistik timnas menunjukkan bahwa Garuda mencatatkan rata-rata penguasaan bola 55% pada FIFA Series 2026, namun mencetak hanya tiga gol dalam tiga pertandingan. Penambahan striker yang mampu mengeksekusi peluang menjadi prioritas utama Herdman, dan Sananta berada di antara kandidat utama.
Perspektif Naturalitas dan Pilihan Pemain Lokal
Di tengah perbincangan naturalisasi pemain seperti Luke Vickery dan Dean Zandbergen, Federasi Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) masih menimbang langkah strategis. Sementara itu, Herdman menegaskan pentingnya memanfaatkan pemain non-naturalisasi yang telah terbukti konsisten di level domestik. Sananta, yang telah menorehkan 2 gol 1 assist bersama DPMM FC, masuk dalam daftar “senjata utama” bersama Nadeo Argawinata, Rizky Ridho, Beckham Putra, dan Yakob Sayuri.
Jika Sananta dapat meningkatkan produktivitas golnya, ia tidak hanya membantu Timnas Indonesia meraih poin di AFF 2026, namun juga memperkuat posisi tawarannya di pasar transfer domestik. Keputusan akhir mengenai pergerakan Sananta ke Persebaya atau klub lain akan bergantung pada hasil evaluasi performa di turnamen regional dan keinginan klub serta pemain itu sendiri.
Dengan jadwal kompetisi yang ketat, Herdman diprediksi akan memberi Sananta peran penting dalam strategi ofensif, terutama pada fase akhir grup dimana kebutuhan mencetak gol menjadi krusial. Penampilan Sananta di AFF 2026 akan menjadi tolak ukur bagi karier internasionalnya ke depan.
Secara keseluruhan, Ramadhan Sananta berada pada persimpangan penting antara ambisi pribadi dan kebutuhan tim nasional. Apabila ia berhasil mengoptimalkan kemampuan fisik dan tekniknya, Sananta berpotensi menjadi simbol kebangkitan lini depan Garuda, sekaligus menambah nilai jualnya di pasar domestik yang semakin kompetitif.




