Frankenstein45.Com – 07 April 2026 | Ayip Tayana, seorang pengamat politik, menyatakan bahwa ajakan untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang muncul belakangan ini tidak memiliki dasar yang kuat dan cenderung bersifat provokatif.
Beberapa kelompok yang mengeluarkan ajakan tersebut mengklaim adanya pelanggaran konstitusi dan kebijakan yang merugikan rakyat, namun pengamat menilai bahwa argumentasi mereka belum dibuktikan secara konkret.
Dalam analisisnya, Tayana menyoroti bahwa sejarah politik Indonesia menunjukkan bahwa upaya penggulingan pemerintah melalui cara-cara ekstrim jarang berhasil dan justru dapat menimbulkan instabilitas yang lebih besar.
Selain itu, Tayana juga mengingatkan pentingnya dialog konstruktif antara pemerintah dan masyarakat, serta perlunya mekanisme pengawasan yang transparan untuk mengatasi permasalahan yang ada.
Berbagai lembaga survei independen yang baru-baru ini merilis hasil polling menunjukkan bahwa tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah berada pada level yang relatif stabil, menandakan bahwa ajakan untuk menggulingkan tidak mencerminkan sentimen mayoritas.
- Pengamat politik menilai ajakan tersebut tidak berdasar.
- Data survei menunjukkan kepuasan publik yang stabil.
- Risiko instabilitas jika aksi gulingkan dilakukan.
- Pentingnya dialog dan pengawasan transparan.




