Ratusan Kasus Muncul, WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo & Uganda Jadi Darurat Global
Ratusan Kasus Muncul, WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo & Uganda Jadi Darurat Global

Ratusan Kasus Muncul, WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo & Uganda Jadi Darurat Global

Frankenstein45.Com – 17 Mei 2026 | Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada awal bulan ini menetapkan bahwa wabah Ebola yang menyebar di Republik Demokratik Kongo (RDK) dan Uganda telah masuk dalam kategori Darurat Kesehatan Masyarakat Internasional (Public Health Emergency of International Concern). Keputusan itu diambil setelah otoritas kesehatan kedua negara melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus terkonfirmasi serta penyebaran virus lintas wilayah.

Data terbaru menunjukkan adanya lonjakan kasus yang mengkhawatirkan. Di RDK, wilayah Ituri, North Kivu, dan South Kivu menjadi fokus utama dengan total 150 kasus terkonfirmasi dan 50 kematian. Sementara itu, Uganda mencatat 200 kasus terkonfirmasi dan 70 kematian, dengan konsentrasi kasus di provinsi Kasese, Bundibugyo, dan Kasaï. Situasi ini memicu kekhawatiran akan potensi penyebaran lintas batas di wilayah Afrika Tengah.

Negara Kasus Terkonfirmasi Kematian Wilayah Terdampak
Republik Demokratik Kongo 150 50 Ituri, North Kivu, South Kivu
Uganda 200 70 Kasese, Bundibugyo, Kasaï

WHO mengumumkan serangkaian langkah respons cepat, antara lain:

  • Pengiriman tim ahli epidemiologi ke kedua negara untuk membantu pelacakan kontak dan penanganan kasus.
  • Peningkatan pasokan vaksin rVSV‑ZEBOV yang terbukti efektif dalam mengurangi mortalitas.
  • Penyediaan perlengkapan pelindung diri (APD) bagi tenaga kesehatan di wilayah terdampak.
  • Koordinasi dengan organisasi non‑pemerintah untuk mendukung edukasi masyarakat tentang pencegahan penularan.
  • Penguatan sistem surveilans kesehatan untuk deteksi dini kasus baru.

Pemerintah masing‑masing negara juga telah mengaktifkan prosedur darurat, termasuk penutupan sementara perbatasan pada daerah dengan tingkat penyebaran tinggi, serta pelaksanaan kampanye penyuluhan intensif melalui media lokal dan komunitas. Masyarakat diharapkan mematuhi protokol kesehatan, seperti menghindari kontak langsung dengan penderita, menggunakan sarung tangan bila menangani sampah atau hewan liar, serta melaporkan gejala demam tinggi, pendarahan, atau muntah darah kepada otoritas kesehatan setempat.

Dengan status darurat internasional, WHO dapat memobilisasi sumber daya tambahan dan mempercepat distribusi vaksin serta peralatan medis ke wilayah yang paling membutuhkan. Upaya kolaboratif antara pemerintah, lembaga internasional, dan masyarakat luas menjadi kunci utama untuk menghentikan penyebaran Ebola sebelum mencapai skala yang lebih luas.