Frankenstein45.Com – 09 April 2026 | Ratusan mahasiswa beserta perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil berkumpul di depan gedung Mahkamah Konstitusi (MK) Jakarta pada hari ini untuk menyuarakan tuntutan pengusutan menyeluruh atas insiden penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus, aktivis hak asasi manusia.
Demonstrasi berlangsung damai namun tegas, dengan para peserta mengibarkan spanduk dan memegang poster yang menuntut keadilan serta pertanggungjawaban pelaku. Mereka menekankan bahwa kasus ini tidak hanya menyangkut satu individu, melainkan menjadi simbol pelanggaran hak asasi manusia yang harus diadili secara transparan.
- Mengajak aparat penegak hukum untuk menyelidiki secara independen dan menyeluruh.
- Menuntut agar proses penyidikan tidak terhambat politik atau intervensi eksternal.
- Meminta perlindungan bagi saksi dan korban agar tidak mengalami intimidasi.
Koalisi Masyarakat Sipil, yang terdiri dari LSM hak asasi manusia, organisasi mahasiswa, serta kelompok advokasi kebebasan berpendapat, menyatakan bahwa penyiraman air keras tersebut merupakan tindakan intimidasi yang berpotensi menimbulkan bahaya fisik serius. Mereka menambahkan bahwa Andrie Yunus telah menjadi target karena aktivitasnya yang kritis terhadap kebijakan pemerintah.
Dalam pernyataan bersama, koalisi tersebut menekankan pentingnya proses hukum yang adil dan cepat. “Kami menolak segala bentuk kekerasan dan intimidasi terhadap aktivis maupun warga sipil. Penegakan hukum harus bersifat tegas, tidak memihak, serta memberikan kepastian hukum bagi semua pihak,” ujar salah satu juru bicara koalisi.
Pihak kepolisian belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait perkembangan kasus ini, namun masyarakat menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam setiap langkah penyelidikan.
Demonstrasi ini juga menjadi ajakan bagi publik luas agar terus mengawasi proses hukum, menjaga kebebasan berpendapat, serta menolak segala bentuk penyalahgunaan kekuasaan.







