Frankenstein45.Com – 01 Juli 2026 | Pengelolaan Produksi Inti (PI) di wilayah kerja migas Indonesia masih jauh di bawah target yang ditetapkan, yaitu hanya mencapai 10 persen. Angka ini menunjukkan adanya celah signifikan dalam penerapan tata kelola dan pengawasan yang seharusnya menjamin transparansi serta efektivitas penggunaan sumber daya energi.
Berbagai faktor menjadi penyumbang rendahnya realisasi, antara lain kurangnya koordinasi antar lembaga, prosedur administrasi yang berbelit, serta kurangnya pemantauan berkala terhadap kontraktor. Selain itu, data yang tersedia sering tidak terintegrasi sehingga sulit untuk melakukan evaluasi yang akurat.
| Parameter | Target | Realisasi |
|---|---|---|
| Produksi Inti (PI) % | 100% | 10% |
Untuk meningkatkan kinerja, diperlukan langkah-langkah pembenahan menyeluruh, antara lain:
- Penguatan kerangka regulasi yang menyederhanakan prosedur izin dan pelaporan.
- Penerapan sistem informasi terintegrasi yang memungkinkan pemantauan real‑time.
- Pelatihan intensif bagi auditor dan pengawas lapangan guna meningkatkan akurasi inspeksi.
- Peningkatan sanksi administratif bagi pelanggaran yang terbukti.
Dengan implementasi rekomendasi di atas, diharapkan realisasi PI dapat mendekati target, meningkatkan pendapatan negara, dan memastikan keberlanjutan sektor migas.




