Frankenstein45.Com – 18 Mei 2026 | Persija Jakarta kembali mencuri perhatian publik Liga 1 Indonesia setelah mencetak rekor poin tertinggi dalam satu musim sejak era kompetisi modern dimulai pada 2017. Pada pekan ke-33 Super League 2025/2026, Macan Kemayoran mengukir kemenangan 3-1 atas Persik Kediri di Stadion Brawijaya, Kediri, menambah total poin tim menjadi 68 poin dari 33 pertandingan. Poin tersebut melampaui catatan tertinggi sebelumnya yaitu 66 poin yang diraih oleh Persija pada musim 2022/2023 di bawah asuhan Thomas Doll.
Detail Pertandingan dan Faktor Penentu Kemenangan
Pelatih asal Brasil, Mauricio Souza, menjelaskan bahwa pergantian pemain pada babak kedua menjadi kunci utama perubahan alur permainan. Pada menit ke-54, ia menurunkan Gustavo Almeida dan Maxwell menggantikan Mauro Zijlstra serta Alaeddine Ajaraie. Delapan menit kemudian, Jean Mota dan Jordi Amat digantikan oleh Van Basty Sousa dan Witan Sulaeman. Langkah taktis tersebut meningkatkan agresivitas serangan Persija, terbukti dengan dua gol cepat Gustavo Almeida pada menit ke-64 dan ke-67, masing-masing melalui sundulan dan assist Witan Sulaeman.
Selain perubahan formasi, performa pemain muda seperti Van Basty Sousa dan Witan Sulaeman memberikan energi tambahan di lini serang. Rayhan Hannan juga tampil impresif, mencetak gol pembuka bagi Persija pada babak pertama, sehingga tim masuk lebih percaya diri ke babak kedua.
Rekor Poin dan Posisi Klasemen
Dengan total 68 poin, Persija menempati posisi ketiga klasemen sementara Liga 1 2025/2026, tertinggal di belakang Persib Bandung dan Borneo FC. Satu laga lagi melawan Semen Padang FC masih tersisa, memberi peluang bagi Persija untuk menambah poin dan memperkecil jarak dengan dua tim teratas. Berikut rangkuman singkat posisi tiga besar klasemen:
| Posisi | Klub | Poin |
|---|---|---|
| 1 | Persib Bandung | 71 |
| 2 | Borneo FC | 70 |
| 3 | Persija Jakarta | 68 |
Catatan ini menandai pencapaian historis karena Persija belum pernah mengumpulkan poin sebanyak itu dalam satu musim sejak Liga 1 resmi digelar pada 2017. Prestasi ini mengingatkan kembali pada masa kejayaan klub pada musim 2022/2023, ketika tim berhasil mengumpulkan 66 poin dan finis di posisi kedua.
Pernyataan Mauricio Souza dan Visi Musim
Setelah pertandingan, Mauricio Souza menyampaikan kebanggaannya terhadap tim. “Saya sangat senang rekor ini tercapai, namun tujuan utama kami tetap menjadi juara. Poin tinggi menunjukkan konsistensi, tetapi kami harus tetap fokus pada pertandingan terakhir untuk meraih gelar,” ujar Souza. Ia menambahkan, “Kualitas asuhan kami terbukti dari performa pemain pengganti yang mampu mengubah hasil dalam waktu singkat.”
Suasana hati suporter, Jakmania, pun membaik setelah kekalahan 1-2 melawan Persib Bandung pekan sebelumnya. Kemenangan melawan Persik Kediri memberikan dorongan moral yang signifikan, sekaligus menegaskan bahwa tim dapat bangkit dari kegagalan.
Kesuksesan Akademi Persija
Selain prestasi tim utama, Persija juga merayakan keberhasilan di level usia muda. Tim U20 berhasil mengangkat trofi EPA Super League U20 2025/2026 setelah mengalahkan Malut United U20 di final. Keseluruhan akademi Persija mengumpulkan lebih dari Rp 700 juta dalam bentuk penghargaan, termasuk gelar Akademi Terbaik, Top Skor, dan Fair Play di kategori U16, U18, serta U20. Keberhasilan ini menunjukkan komitmen klub dalam pengembangan talenta lokal, yang diharapkan dapat memperkuat skuad senior dalam jangka panjang.
Secara keseluruhan, musim 2025/2026 menandai fase penting bagi Persija Jakarta. Rekor poin tertinggi, strategi taktis Mauricio Souza, serta prestasi akademi menegaskan posisi klub sebagai salah satu kekuatan utama sepakbola Indonesia. Meski masih ada satu laga tersisa, harapan untuk menambah poin dan mungkin mengejar gelar juara tetap menggelora di antara pemain, pelatih, dan suporter.




