Frankenstein45.Com – 18 Mei 2026 | Jakarta – Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin (Dio), menyampaikan kecaman keras terhadap tindakan militer Israel yang menahan seorang wartawan Republika pada operasi kapal bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan Mediterania.
Insiden terjadi ketika kapal flotila, yang mengangkut bantuan untuk warga sipil di wilayah konflik, berusaha melintasi zona maritim yang dikuasai Israel. Pasukan Israel menghentikan kapal tersebut, menahan salah satu jurnalis yang sedang meliput misi kemanusiaan tersebut.
- Penangkapan: Wartawan yang bernama tidak disebutkan ditangkap tanpa penjelasan resmi dan dibawa ke fasilitas militer.
- Reaksi Republika: Andi Muhyiddin menilai tindakan ini sebagai pelanggaran hak kebebasan pers dan hukum humaniter internasional.
- Latar belakang misi: Global Sumud Flotilla adalah inisiatif bersama organisasi non‑pemerintah yang bertujuan mengirimkan bantuan medis, pangan, dan kebutuhan dasar ke penduduk sipil yang terdampak.
- Respons Israel: Pihak militer Israel mengklaim operasi tersebut melanggar keamanan zona maritim dan mengancam keselamatan kapal.
Dalam pernyataannya, Republika menegaskan bahwa penahanan wartawan tidak dapat dibenarkan dalam konteks misi kemanusiaan. “Kebebasan pers adalah pilar demokrasi. Menahan jurnalis yang berupaya melaporkan situasi di lapangan merupakan tindakan yang bertentangan dengan norma internasional,” ujar Andi Muhyiddin.
Republika juga menuntut agar pihak berwenang Israel segera membebaskan wartawan tersebut dan menghormati peraturan internasional yang melindungi pekerja media dalam zona konflik. Organisasi jurnalis lokal diperkirakan akan menggalang dukungan internasional untuk menekan Israel agar mengakhiri penahanan ini.
Insiden ini menambah ketegangan antara Israel dan komunitas media internasional, terutama setelah serangkaian laporan tentang pembatasan akses media ke wilayah-wilayah yang dikuasai militer. Observers internasional memperingatkan bahwa tindakan semacam ini dapat menghambat transparansi dan akuntabilitas dalam operasi militer.
Republika akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menyediakan laporan lanjutan seiring dengan proses penyelesaian yang diharapkan.




