Frankenstein45.Com – 23 April 2026 | Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan program revitalisasi satuan layanan pendidikan di Sekolah Layanan Bimbingan Nasional (SLBN) Indramayu. Program ini bertujuan memperbaiki infrastruktur, meningkatkan kompetensi guru, serta memodernisasi metode pembelajaran untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif.
Berikut adalah langkah‑langkah utama yang dilakukan dalam rangka revitalisasi SLBN Indramayu:
- Peningkatan fasilitas fisik: Renovasi ruang kelas, perbaikan jaringan listrik, dan pemasangan pendingin ruangan di beberapa ruang belajar.
- Pengadaan perangkat digital: Penyediaan tablet, laptop, dan proyektor untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi.
- Pelatihan guru: Workshop intensif mengenai metode pembelajaran aktif, penggunaan media digital, dan penilaian berbasis kompetensi.
- Peningkatan akses perpustakaan: Penambahan koleksi buku terbaru dan integrasi katalog digital.
- Monitoring dan evaluasi: Penerapan sistem pemantauan berkelanjutan untuk menilai dampak program terhadap prestasi siswa.
Hasil awal dari program ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa indikator utama, seperti terlihat pada tabel berikut:
| Indikator | Pra‑revitalisasi | Pasca‑revitalisasi (6 bulan) |
|---|---|---|
| Rata‑rata nilai UN | 71,2 | 78,5 |
| Persentase siswa yang menggunakan perangkat digital dalam pembelajaran | 32% | 68% |
| Kepuasan guru terhadap fasilitas | 45% | 82% |
| Jumlah kunjungan perpustakaan per siswa per bulan | 0,8 | 1,5 |
Guru dan kepala sekolah mengapresiasi dampak positif dari revitalisasi tersebut. Salah satu guru mengatakan, “Dengan fasilitas baru dan pelatihan yang kami terima, kemampuan mengajar kami menjadi lebih interaktif, sehingga siswa lebih termotivasi belajar.”
Keberhasilan program revitalisasi SLBN Indramayu diharapkan menjadi model bagi wilayah lain dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan secara nasional.




