Frankenstein45.Com – 24 April 2026 | Juru bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa Indonesia berhasil menempati posisi kedua dalam peringkat negara yang paling tahan terhadap guncangan energi global yang dirilis oleh JP Morgan Asset Management.
Laporan tersebut menilai ketahanan energi berdasarkan beberapa indikator, antara lain diversifikasi sumber energi, kebijakan harga energi, serta ketergantungan impor bahan bakar.
- Diversifikasi energi terbarukan yang terus meningkat.
- Kebijakan penetapan harga energi yang stabil.
- Pengurangan impor minyak mentah melalui pengembangan energi domestik.
Berikut rangkuman peringkat lima besar negara yang masuk dalam analisis JP Morgan:
| Peringkat | Negara | Skor Ketahanan |
|---|---|---|
| 1 | Amerika Serikat | 92,5 |
| 2 | Indonesia | 89,7 |
| 3 | Jerman | 85,3 |
| 4 | Kanada | 83,1 |
| 5 | Australia | 80,4 |
Airlangga menegaskan bahwa pencapaian ini mencerminkan efektivitas kebijakan energi nasional, termasuk percepatan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya, angin, dan bioenergi. Pemerintah juga menargetkan penurunan intensitas energi fosil sebesar 30 % pada tahun 2030.
Selain itu, pemerintah berencana memperkuat infrastruktur penyimpanan energi dan meningkatkan efisiensi jaringan listrik untuk mengurangi kerentanan terhadap fluktuasi harga minyak dunia.
Dengan peringkat ini, Indonesia diharapkan dapat menarik lebih banyak investasi asing di sektor energi terbarukan serta memperkuat posisi tawar dalam negosiasi perdagangan energi internasional.




