Riau Geger! Ratusan Operasi Polri, Imigrasi, dan Kejari Bongkar Narkoba, Imigran Ilegal, serta Korupsi Pelindo
Riau Geger! Ratusan Operasi Polri, Imigrasi, dan Kejari Bongkar Narkoba, Imigran Ilegal, serta Korupsi Pelindo

Riau Geger! Ratusan Operasi Polri, Imigrasi, dan Kejari Bongkar Narkoba, Imigran Ilegal, serta Korupsi Pelindo

Frankenstein45.Com – 16 April 2026 | Provinsi Riau kembali menjadi sorotan utama aparat penegak hukum Indonesia setelah serangkaian operasi simultan yang melibatkan Polri, Imigrasi, dan Kejaksaan Tinggi berhasil mengungkap jaringan narkotika, pekerja asing tanpa izin, serta dugaan korupsi di sektor pelabuhan.

Bongkar Jaringan Sabu Besar di Bengkalis

Operasi gabungan Bareskrim Polri dengan Subdirektorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) berhasil menangkap seorang kurir bernama Rahmadi alias Adi di sebuah hotel di Kota Bengkalis pada 14 April 2026. Kurir tersebut diduga bekerja untuk jaringan narkotika yang berbasis di Malaysia. Barang bukti yang disita mencapai 21,9 kilogram sabu yang dikemas dalam 20 bungkus, disimpan dalam ransel dan dibawa ke kamar hotel.

Selama interogasi, Rahmadi mengungkapkan bahwa ia menerima perintah melalui aplikasi pesan instan dari seorang tokoh yang dikenal dengan sebutan “Beri”. Ia juga menyebutkan bahwa barang narkotika tersebut semula berencana berjumlah 35 kilogram, namun hanya sebagian yang berhasil diangkut. Sebagai imbalan, Rahmadi dan rekannya Khoirul masing‑masing menerima transfer uang senilai beberapa juta rupiah.

  • Jumlah sabu: 21,9 kg
  • Jumlah paket: 20 bungkus
  • Lokasi penyitaan: Kamar hotel, Bengkalis
  • Kurir yang ditangkap: Rahmadi alias Adi

Kasus Peredaran Etomidate di Pekanbaru

Pada 14 April 2026, tim Subdit II Ditipidnarkoba Bareskrim melakukan penggerebekan di area parkir sebuah hotel di Pekanbaru. Seorang pria berinisial H alias A ditangkap bersama puluhan cartridge etomidate, zat anestesi yang sering disalahgunakan sebagai narkotika. Penangkapan ini menandai keberhasilan penyelidikan yang berawal dari informasi mengenai transaksi cartridge etomidate di wilayah Riau.

Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, Direktur Tindak Pidana Narkoba Polri, menegaskan bahwa kasus ini menunjukkan semakin kompleksnya jaringan narkotika yang tidak hanya melibatkan narkotika klasik, tetapi juga zat farmasi yang dapat disalahgunakan.

Imigrasi Riau Islands Gencarkan Penertiban Tenaga Kerja Asing Ilegal

Imigrasi Riau Islands melakukan operasi penertiban dari Maret hingga 10 April 2026. Enam warga asing—lima warga Tiongkok dan satu warga Malaysia—ditahan karena bekerja melanggar izin tinggal. Mereka terlibat dalam sektor industri dan konstruksi di Batam serta perbaikan kapal di Ranai.

Para pekerja tersebut hanya memegang visa kunjungan (B211) yang tidak memperbolehkan kegiatan kerja. Salah satu dari mereka, seorang Malaysia, bekerja sebagai instruktur di perusahaan pelatihan keselamatan kerja. Semua yang ditahan akan diproses sesuai peraturan imigrasi.

Penggeledahan Kejaksaan Tinggi Riau di Kantor Pelindo Dumai

Dalam rangka mengusut dugaan korupsi terkait Jasa Layanan Kapal Perairan Wajib Pandu tahun 2015‑2025, Kejaksaan Tinggi Riau menggeledah tiga kantor Pelindo Regional 1 Dumai pada 15 April 2026. Penggeledahan menghasilkan penyitaan dokumen dan barang bukti yang sedang diselidiki.

PT Pelindo (Persero) menyatakan menghormati proses hukum dan berkomitmen pada prinsip transparansi serta Good Corporate Governance. Eksekutif General Manager Pelindo Regional 1 Dumai, Jonatan Ginting, menegaskan bahwa operasional pelabuhan tetap berjalan normal selama proses hukum berlangsung.

Rotasi Besar‑Beskaran di Polda Riau

Seiring dengan intensifikasi operasi penegakan hukum, Polda Riau melakukan rotasi personel secara masif. Rotasi ini dimaksudkan untuk memperkuat kemampuan internal kepolisian dalam menangani kasus-kasus kompleks, termasuk narkotika, korupsi, dan kejahatan lintas negara.

Penggantian personel diharapkan meningkatkan sinergi antar‑unit dan mempercepat proses penanganan kasus yang semakin dinamis di wilayah Riau.

Berbagai operasi yang terjadi secara beriringan menunjukkan komitmen aparat keamanan Indonesia dalam memberantas narkotika, menegakkan regulasi imigrasi, serta memerangi korupsi di sektor strategis. Upaya terpadu ini diharapkan dapat menurunkan tingkat kejahatan di Riau dan meningkatkan rasa aman bagi masyarakat serta investor.