Frankenstein45.Com – 21 Juni 2026 | Penelitian terbaru yang dilakukan oleh lembaga riset independen Celios mengungkap pola alokasi insentif harian Program SPPG (Sistem Pengendalian Pemerataan Gizi) senilai Rp 6 juta per hari. Hasilnya menunjukkan bahwa dana tersebut lebih banyak mengalir ke wilayah Jawa, sementara provinsi dengan tingkat stunting tinggi justru menerima alokasi yang relatif kecil.
Program SPPG dirancang untuk memberikan dukungan keuangan kepada daerah yang berhasil menurunkan angka stunting pada anak balita. Namun, Celios menemukan bahwa kriteria alokasi yang berbasis pada pencapaian target justru memunculkan ketimpangan distribusi, mengingat daerah dengan pencapaian lebih baik (stunting rendah) mendapatkan insentif lebih besar.
Berikut ini ringkasan data distribusi insentif pada lima provinsi terpilih berdasarkan tingkat stunting dan alokasi dana:
| Daerah | Tingkat Stunting (%) | Insentif (juta Rp) |
|---|---|---|
| Jawa Barat | 12,3 | 8,5 |
| Jawa Tengah | 11,9 | 8,2 |
| Jawa Timur | 12,0 | 8,1 |
| Papua | 38,2 | 2,4 |
| Maluku | 33,5 | 2,7 |
Data tersebut menegaskan adanya kesenjangan yang signifikan: provinsi di Pulau Jawa, yang secara umum memiliki tingkat stunting di bawah 13 persen, menerima lebih dari tiga kali lipat dana dibandingkan dengan wilayah Papua dan Maluku yang memiliki tingkat stunting di atas 30 persen.
Para pakar gizi menilai bahwa model alokasi berbasis pencapaian target dapat memperparah ketidaksetaraan. “Jika insentif hanya diberikan kepada daerah yang sudah berhasil menurunkan stunting, maka daerah yang paling membutuhkan dukungan akan tertinggal,” kata Dr. Anisa Pratiwi, pakar kebijakan kesehatan anak. Ia menekankan perlunya revisi kebijakan yang mengutamakan alokasi berbasis kebutuhan, bukan hanya pencapaian.
Selanjutnya, Celios merekomendasikan beberapa langkah perbaikan, antara lain:
- Penyesuaian formula alokasi dengan mempertimbangkan tingkat stunting baseline masing‑masing daerah.
- Peningkatan transparansi dalam penetapan dan pelaporan insentif.
- Penguatan mekanisme monitoring untuk memastikan dana tepat sasaran.
Dengan mengimplementasikan rekomendasi tersebut, diharapkan distribusi dana SPPG dapat lebih merata, sehingga upaya penurunan stunting di seluruh Indonesia menjadi lebih efektif.




