Frankenstein45.Com – 08 April 2026 | Penelitian terbaru yang dilakukan oleh tim ilmuwan di Australia mengungkapkan adanya hubungan potensial antara ketidakmampuan mengingat mimpi pada usia lanjut dan peningkatan risiko penyakit Alzheimer. Studi observasional ini melibatkan lebih dari dua ribu responden berusia antara 60 hingga 80 tahun, yang diminta mengisi kuesioner rutin tentang frekuensi mengingat mimpi serta menjalani pemeriksaan neuroimaging.
Hasil utama menunjukkan bahwa partisipan yang jarang atau tidak dapat mengingat mimpi selama satu bulan terakhir memiliki kemungkinan 1,8 kali lebih tinggi untuk menunjukkan tanda-tanda awal penurunan kognitif dibandingkan mereka yang secara rutin mengingat mimpi. Analisis citra otak mengidentifikasi penurunan volume pada hippocampus – area yang berperan penting dalam memori – pada kelompok yang mengalami gangguan ingatan mimpi.
Beberapa temuan penting lainnya:
- Frekuensi mengingat mimpi: Lebih dari 60% peserta yang melaporkan hampir tidak mengingat mimpi menunjukkan penurunan skor tes memori standar.
- Pola tidur: Gangguan pada fase REM (rapid eye movement) yang biasanya terkait dengan mimpi berhubungan erat dengan berkurangnya aktivitas hippocampal.
- Faktor risiko tambahan: Riwayat hipertensi, diabetes, dan kebiasaan merokok memperkuat korelasi antara kehilangan ingatan mimpi dan penurunan kognitif.
Peneliti menekankan bahwa meskipun temuan ini bersifat korelasional, mengingat mimpi dapat menjadi indikator non‑invasif yang mudah dipantau untuk mendeteksi perubahan awal pada otak. Mereka menyarankan agar klinisi mempertimbangkan pertanyaan tentang ingatan mimpi dalam pemeriksaan rutin lansia, serta menggabungkannya dengan tes neuropsikologis dan pencitraan otak untuk menilai risiko Alzheimer secara lebih komprehensif.
Selanjutnya, tim penelitian berencana melakukan studi longitudinal selama lima tahun untuk menilai apakah intervensi yang meningkatkan kualitas tidur REM, seperti terapi perilaku kognitif atau perubahan gaya hidup, dapat menurunkan laju progresi penurunan fungsi kognitif pada populasi berisiko.




