Rugikan Negara Miliaran Per Hari, Kejagung Bakal Inventarisir SPPG Terafiliasi Dadan Hindayana dan Anak Buahnya
Rugikan Negara Miliaran Per Hari, Kejagung Bakal Inventarisir SPPG Terafiliasi Dadan Hindayana dan Anak Buahnya

Rugikan Negara Miliaran Per Hari, Kejagung Bakal Inventarisir SPPG Terafiliasi Dadan Hindayana dan Anak Buahnya

Frankenstein45.Com – 04 Juni 2026 | Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menyiapkan langkah inventarisasi terhadap satuan pelayanan publik (SPPG) yang dikaitkan dengan Dadan Hindayana beserta jaringan anak buahnya. Pemeriksaan ini dilatarbelakangi oleh dugaan kerugian negara mencapai miliaran rupiah setiap harinya.

Berbagai modus yang diduga digunakan oleh kelompok tersebut antara lain:

  • Penggelembungan nilai kontrak pada proyek pemerintah tanpa dasar teknis yang kuat.
  • Pemberian fasilitas khusus kepada perusahaan tertentu yang memperoleh keuntungan tidak wajar.
  • Penyelewengan dana bantuan sosial melalui mekanisme penyaluran yang tidak transparan.
  • Pembuatan dokumen fiktif untuk menutupi aliran dana keluar.

Sejumlah bukti awal menunjukkan bahwa aliran dana yang tidak tercatat secara resmi dapat mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah dalam rentang waktu beberapa bulan. Dampak langsungnya adalah berkurangnya anggaran untuk layanan publik serta menambah beban defisit anggaran negara.

Kejagung kini melakukan proses inventarisasi menyeluruh, meliputi:

  1. Pengumpulan dokumen keuangan dan kontrak terkait SPPG yang dikelola oleh Dadan Hindayana.
  2. Wawancara dengan pejabat dan staf yang terlibat dalam pelaksanaan proyek.
  3. Audit independen untuk menilai keabsahan pengeluaran dan nilai kontrak.
  4. Penyusunan laporan akhir yang akan dijadikan dasar untuk penuntutan pidana bila terbukti adanya tindak pidana korupsi.

Jika terbukti bersalah, para pelaku dapat dijerat dengan pasal-pasal mengenai korupsi, penyalahgunaan wewenang, dan pencucian uang. Selain sanksi pidana, mereka juga dapat diwajibkan mengembalikan kerugian negara secara penuh.

Pengawasan publik dan transparansi proses investigasi menjadi faktor penting untuk memastikan akuntabilitas serta mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang.