Frankenstein45.Com – 21 Juni 2026 | Nilai tukar rupiah terus mengalami tekanan di tengah penguatan dolar Amerika Serikat, memicu kekhawatiran akan inflasi dan stabilitas ekonomi Indonesia.
Faktor-faktor yang Menekan Rupiah
- Peningkatan permintaan dolar di pasar global.
- Arus modal keluar karena perbedaan suku bunga dengan negara maju.
- Data inflasi domestik yang masih berada di atas target Bank Indonesia.
Pandangan Ekonom tentang Kebijakan BI
Beberapa ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga acuan guna menahan depresiasi rupiah dan menurunkan tekanan inflasi. Mereka menilai bahwa kebijakan moneter yang lebih ketat dapat:
- Mengurangi permintaan uang rupiah di pasar domestik.
- Meningkatkan imbal hasil obligasi pemerintah, sehingga menarik kembali aliran modal asing.
- Menjaga ekspektasi inflasi tetap terkendali.
Data Nilai Tukar Rupiah Terbaru
| Tanggal | USD/IDR |
|---|---|
| 1 Juni 2024 | 15.250 |
| 15 Juni 2024 | 15.430 |
| 30 Juni 2024 | 15.620 |
Jika tren depresiasi berlanjut, BI diperkirakan akan meninjau kembali kebijakan suku bunga dalam rapat mendatang. Namun, keputusan tersebut akan mempertimbangkan keseimbangan antara menjaga nilai tukar dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Pengamat pasar menekankan pentingnya koordinasi kebijakan fiskal dan moneter, serta upaya pemerintah untuk meningkatkan cadangan devisa sebagai penyangga nilai tukar.




