Frankenstein45.Com – 24 April 2026 | Pada Kamis siang pukul 13.32 WIB, nilai tukar rupiah melemah menjadi Rp17.304 per dolar Amerika, turun 123 poin atau sekitar 0,72 persen dibandingkan dengan level sebelumnya.
Penurunan ini dipicu oleh rangkaian faktor eksternal yang memberi tekanan pada pasar valuta asing, antara lain:
- Kebijakan moneter Federal Reserve yang terus menaikkan suku bunga, memperkuat dolar AS secara global.
- Peningkatan volatilitas risiko di pasar internasional, yang mendorong investor beralih ke aset aman berdenominasi dolar.
- Kenaikan harga minyak dunia yang mempengaruhi neraca perdagangan negara pengimpor energi.
- Arus keluar modal asing (capital outflow) yang memperlemah likuiditas rupiah.
Bank Indonesia mencatat pergerakan ini dan menegaskan komitmen untuk memantau pasar secara intensif. Kebijakan suku bunga tetap berada pada level yang mendukung pertumbuhan, sementara kemungkinan intervensi di pasar spot dipertimbangkan bila diperlukan.
Para analis memperkirakan bahwa selama tekanan eksternal berlanjut, rupiah dapat tetap berada pada kisaran ini atau mengalami sedikit pelemahan lebih lanjut. Namun, dukungan dari kebijakan fiskal dan langkah-langkah stabilisasi moneter di dalam negeri diharapkan dapat menahan laju penurunan nilai tukar.




