Frankenstein45.Com – 13 Mei 2026 | Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan, menembus batas Rp17.500 per dolar Amerika Serikat. Kondisi ini menandai titik terendah terbaru dalam beberapa minggu terakhir dan menimbulkan kekhawatiran di pasar keuangan domestik.
Berbagai faktor yang berkontribusi meliputi:
- Kenaikan suku bunga di Amerika Serikat yang memperkuat dolar.
- Aliran keluar modal asing yang dipicu oleh ketidakpastian politik dan ekonomi.
- Tekanan inflasi domestik yang masih berada di atas target.
- Pergerakan spekulatif di pasar valuta asing.
Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan melakukan intervensi untuk menstabilkan nilai tukar. Menurut sumber yang dapat dipercaya, Purbaya—seorang analis senior pasar keuangan—siap memberikan dukungan teknis dan likuiditas kepada BI mulai besok.
Langkah-langkah yang diprediksi meliputi:
- Penjualan devisa oleh BI untuk menambah pasokan rupiah di pasar.
- Koordinasi dengan bank-bank komersial untuk memperkuat kebijakan moneter.
- Pemberian sinyal kebijakan yang jelas guna menurunkan ekspektasi depresiasi.
Berikut ini merupakan ringkasan pergerakan nilai tukar dalam seminggu terakhir:
| Tanggal | Kurs (Rp/USD) |
|---|---|
| 10 Mei 2024 | 17.320 |
| 11 Mei 2024 | 17.380 |
| 12 Mei 2024 | 17.420 |
| 13 Mei 2024 | 17.470 |
| 14 Mei 2024 | 17.500 |
Para pelaku pasar diharapkan dapat menunggu kebijakan yang akan diterapkan, sementara konsumen dan pelaku usaha disarankan untuk memantau perkembangan nilai tukar secara berkala guna mengelola risiko valuta asing.




