Frankenstein45.Com – 22 Juni 2026 | Nilai tukar rupiah menutup perdagangan pada Senin, 22 Juni 2026, melemah sebesar 32 poin atau sekitar 0,22% dan berakhir di level Rp17.843 per dolar AS.
Penurunan ini dipicu oleh sentimen eksternal yang kurang menguntungkan. Pasar global menunjukkan tekanan setelah data inflasi AS menunjukkan kecenderungan naik, sementara kebijakan moneter Federal Reserve diperkirakan akan tetap ketat dalam jangka pendek. Risiko geopolitik dan pergerakan modal asing ke aset safe‑haven juga memperburuk tekanan pada mata uang negara berkembang termasuk rupiah.
Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa pergerakan mata uang ini masih berada dalam kisaran volatilitas yang wajar, namun tetap memperingatkan pentingnya kebijakan fiskal dan likuiditas untuk menahan tekanan lanjutan.
| Waktu | Kurs (Rp/USD) | Perubahan |
|---|---|---|
| Sebelum pembukaan | Rp17.811 | +0,00% |
| Penutupan Senin | Rp17.843 | +0,22% |
Analisis pasar memperkirakan bahwa selama sentimen eksternal tetap negatif, rupiah dapat mengalami tekanan lanjutan. Namun, faktor domestik seperti cadangan devisa yang kuat dan kebijakan moneter yang responsif dapat menjadi penyangga.
Investor disarankan untuk memantau perkembangan data ekonomi global serta kebijakan BI dalam rangka menilai arah pergerakan nilai tukar ke depan.




