Frankenstein45.Com – 21 Mei 2026 | PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa (RUPSLB) tahun buku 2025 pada Rabu, 20 Mei 2026 di Tangerang Selatan. Rapat tersebut menghasilkan dua keputusan strategis utama: pengangkatan dua komisaris independen baru serta persetujuan pembagian dividen total senilai lebih dari satu triliun rupiah untuk pemegang saham.
Pengangkatan Komisaris Independen dan Direksi Baru
Dalam rapat, dewan komisaris mengangkat Djemi Suhenda dan Abdul Haris Muhammad Rum sebagai komisaris independen. Kedua tokoh tersebut dibawa masuk untuk memperkuat tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance) dan mendukung percepatan transformasi digital BFI Finance. Djemi Suhenda memiliki rekam jejak dalam transformasi digital perbankan serta pengembangan layanan keuangan berbasis mass market, sementara Abdul Haris Muhammad Rum dikenal atas keahliannya di bidang hukum korporasi dan pengawasan risiko.
Presiden Direktur BFI Finance, Sutadi, menegaskan bahwa kombinasi keahlian keduanya akan mengawal strategi ekspansi dan inovasi teknologi perusahaan. Pada saat yang sama, BFI Finance menambahkan Amitoaj Singh ke dalam jajaran direksi sebagai direktur baru, yang akan mulai menjabat setelah mendapat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dividen Rp1,035 Triliun: Detil dan Implikasi
Rapat juga menyetujui pembagian total dividen senilai Rp1,035 triliun, setara 65,51 % dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp1,581 triliun. Dividen dibagi menjadi dua tahap, masing‑masing Rp35 per lembar saham. Dividen interim telah dibayarkan pada 18 Desember 2025, sedangkan dividen final dijadwalkan pada 18 Juni 2026.
Dengan harga saham BFIN pada 20 Mei 2026 tercatat Rp745 per lembar, total dividen menghasilkan dividend yield sekitar 4,69 %. Bagi investor baru, peluang memperoleh dividen interim dan final menjadi daya tarik tambahan.
Kinerja Keuangan dan Portofolio Pembiayaan
Hingga Maret 2026, BFI Finance mencatat total aset sebesar Rp25,3 triliun. Pendapatan pada kuartal pertama 2026 meningkat 3,1 % menjadi Rp1,7 triliun, sementara laba bersih tercatat Rp354,3 miliar. Rasio profitabilitas tetap solid dengan Return on Assets (RoA) 7 % dan Return on Equity (RoE) 13 %.
Rasio gearing perusahaan berada pada level 1,2 kali, jauh di bawah batas maksimal regulator, menandakan struktur permodalan yang sehat. Likuiditas perusahaan juga tetap kuat berkat pengelolaan arus kas yang efektif.
Portofolio pembiayaan perusahaan masih didominasi oleh kredit kendaraan roda empat, yang mencakup 68,1 % dari total pembiayaan. Pembiayaan kendaraan roda dua menyumbang 8 %, sementara pembiayaan alat berat dan mesin mencapai 15 %, dan pembiayaan beragun properti serta lainnya menempati 8,9 %.
Dalam hal kualitas kredit, rasio Non‑Performing Financing (NPF) bruto tercatat 1,57 % dan NPF neto 0,25 %, keduanya lebih rendah dibanding rata‑rata industri sebesar 2,78 % pada Februari 2026. Rasio coverage terhadap NPF bruto berada pada 2,71 kali, menandakan pencadangan yang memadai.
Strategi Pertumbuhan dan Digitalisasi
Pengangkatan komisaris independen dengan latar belakang digital dan hukum dipandang sebagai langkah taktis untuk memperkuat fondasi bisnis dalam menghadapi dinamika industri pembiayaan. BFI Finance berencana memperluas layanan digital, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat sistem manajemen risiko.
Perusahaan juga menargetkan peningkatan penyaluran pembiayaan modal kerja, yang pada Maret 2026 sudah mencapai Rp15,5 triliun atau 57,8 % dari total aset. Pada kuartal pertama 2026, penyaluran pembiayaan baru tercatat Rp5,5 triliun, menunjukkan pertumbuhan yang relatif stabil dibandingkan kuartal sebelumnya.
Dengan fondasi keuangan yang kuat, komposisi portofolio yang terdiversifikasi, serta kepemimpinan baru yang fokus pada transformasi digital, BFI Finance berada pada posisi yang menguntungkan untuk melanjutkan pertumbuhan berkelanjutan.
Keputusan strategis ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor, memperkuat posisi pasar, serta menciptakan nilai tambah bagi semua pemangku kepentingan.




