Frankenstein45.Com – 20 Juni 2026 | Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang berlangsung pada tanggal 26 Juni 2023 memutuskan untuk melakukan restrukturisasi susunan Direksi. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola dan menyiapkan perusahaan menghadapi tantangan energi nasional yang semakin kompleks.
Seluruh karyawan PLN menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para Direksi yang masa jabatannya berakhir. Penghargaan tersebut mencakup kontribusi mereka dalam menjaga stabilitas pasokan listrik, memperluas jaringan, serta mendukung program transisi energi bersih.
Berikut adalah rincian perubahan susunan Direksi yang disetujui dalam RUPS:
- Direktur Utama (CEO) baru: Budi Santoso, Lulusan Teknik Elektro ITB, sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Utama di perusahaan energi terkemuka.
- Direktur Keuangan (CFO) baru: Anita Wijaya, CPA, berpengalaman lebih dari 15 tahun di bidang akuntansi dan keuangan korporasi.
- Direktur Operasi (COO) baru: Hendra Pratama, mantan Kepala Divisi Operasi di PLN Regional Jawa Barat, dikenal atas kemampuan meningkatkan efisiensi operasional.
- Direktur Pengembangan Bisnis baru: Rina Marlina, lulusan MBA Universitas Indonesia, memiliki rekam jejak dalam mengelola proyek infrastruktur energi.
- Direktur Teknologi Informasi (CIO) baru: Agus Setiawan, pakar transformasi digital dengan pengalaman di sektor telekomunikasi.
Para Direksi yang mengakhiri masa jabatan meliputi:
- Joko Susanto – Direktur Utama (menjabat 2018‑2023)
- Siti Nurhaliza – Direktur Keuangan (menjabat 2019‑2023)
- Rudy Hartono – Direktur Operasi (menjabat 2020‑2023)
Transisi kepemimpinan akan dilaksanakan secara bertahap selama tiga bulan ke depan, dengan fokus pada penyerahan tugas, pelatihan internal, serta penyusunan rencana strategis lima tahunan yang akan dipublikasikan pada kuartal berikutnya.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat inisiatif digitalisasi, memperluas jaringan listrik ke daerah terpencil, serta meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, regulator, dan konsumen, menyambut positif perubahan ini, mengingat pentingnya stabilitas pasokan listrik bagi pertumbuhan ekonomi nasional.




