Frankenstein45.Com – 12 April 2026 | Jawa Timur kembali menjadi sorotan politik setelah pernyataan tegas Said Abdullah, Ketua Umum Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur, mengenai pentingnya sinergi antara NU dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI‑Perjuangan). Menurutnya, kolaborasi ini berlandaskan nilai Islam wasathiyah yang menekankan moderasi, keadilan, keseimbangan, dan toleransi.
Said Abdullah menegaskan bahwa kedekatan ideologis antara kedua organisasi tidak sekadar simbolik, melainkan merupakan landasan nyata dalam mengatasi dinamika politik yang seringkali dipenuhi retorika kosong. Ia menambahkan bahwa kerjasama ini dapat memperkuat suara rakyat Jawa Timur dalam arena nasional, terutama dalam menghadapi isu‑isu sensitif yang memerlukan pendekatan inklusif.
- Ideologi moderat: Kedua pihak sepakat pada nilai Islam wasathiyah yang menolak ekstremisme dan radikalisme.
- Keadilan sosial: Fokus pada kebijakan yang memperhatikan kesejahteraan masyarakat luas, bukan sekadar kepentingan elit.
- Toleransi antarumat beragama: Mendorong dialog dan kerukunan di tengah keberagaman budaya dan kepercayaan di Jawa Timur.
Dalam konteks ini, Said Abdullah juga menyoroti peran tradisi Halalbihalal sebagai mekanisme penangkal politik kepalsuan. Menurutnya, pertemuan silaturahmi pada bulan Ramadan ini bukan sekadar acara sosial, melainkan forum untuk menegaskan kembali komitmen bersama terhadap nilai‑nilai kejujuran, integritas, dan kerja sama lintas partai.
Halalbihalal dijadikan ajang untuk menguji konsistensi para tokoh politik dalam melaksanakan janji‑janji kampanye. Said Abdullah mengingatkan agar tidak terjebak pada retorika semata, melainkan harus diwujudkan dalam kebijakan konkret yang memberi manfaat bagi masyarakat. Dengan menekankan nilai-nilai kebersamaan, ia berharap kolaborasi NU‑PDI‑Perjuangan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam menolak politik oportunis yang hanya mengejar popularitas semata.




