Saiful Mujani Ajak Gulingkan Prabowo, Fahri Hamzah: Dunia Lagi Kacau, Harusnya Bicara yang Konstitusional
Saiful Mujani Ajak Gulingkan Prabowo, Fahri Hamzah: Dunia Lagi Kacau, Harusnya Bicara yang Konstitusional

Saiful Mujani Ajak Gulingkan Prabowo, Fahri Hamzah: Dunia Lagi Kacau, Harusnya Bicara yang Konstitusional

Frankenstein45.Com – 07 April 2026 | Saiful Mujani, tokoh politik yang dikenal kritis terhadap pemerintahan saat ini, kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial dengan mengajak para pendukungnya untuk “gulingkan” Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan politik nasional, dimana sejumlah pihak menilai langkah tersebut dapat menambah kerusakan pada stabilitas negara.

Menanggapi seruan Saiful Mujani, Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PKP) Fahri Hamzah menegaskan pentingnya menahan diri dari tindakan yang dapat dikategorikan inkonstitusional. Dalam sebuah konferensi pers, Fahri Hamzah mengingatkan bahwa segala upaya yang mengabaikan prosedur konstitusional berpotensi mengguncang tatanan hukum dan menimbulkan kegelisahan di kalangan masyarakat.

Berikut beberapa poin penting yang disampaikan oleh Fahri Hamzah:

  • Setiap aksi politik harus berlandaskan konstitusi agar tidak menimbulkan kekosongan kekuasaan.
  • Penyelesaian perselisihan harus melalui jalur hukum dan lembaga yang berwenang, bukan dengan aksi massa atau kudeta.
  • Stabilitas nasional adalah prioritas utama, sehingga segala bentuk provokasi harus dihindari.

Saiful Mujani, yang sebelumnya dikenal sebagai kritikus kebijakan pemerintah, menegaskan bahwa ia tidak menolak proses demokratis, namun ia menilai kebijakan Prabowo tidak sesuai dengan harapan rakyat. Ia menambahkan bahwa “kita harus melawan kebijakan yang merugikan rakyat, bahkan bila itu berarti harus mengubah kepemimpinan”.

Sementara itu, Fahri Hamzah menegaskan bahwa “kita harus tetap berbicara dalam kerangka konstitusional”. Ia menekankan bahwa konstitusi menjadi fondasi utama yang harus dijaga, terutama pada masa-masa penuh gejolak seperti sekarang.

Pernyataan ini menambah deretan suara kritis yang menyoroti pentingnya dialog konstitusional dalam penyelesaian konflik politik. Observers menilai bahwa jika perdebatan ini tidak dikelola dengan baik, risiko fragmentasi politik dapat meningkat, mengancam keamanan dan pertumbuhan ekonomi.