Saka Bawa Arsenal ke Puncak: Dari Keterpurukan 2020 hingga Juara Premier League dan Target Champions League
Saka Bawa Arsenal ke Puncak: Dari Keterpurukan 2020 hingga Juara Premier League dan Target Champions League

Saka Bawa Arsenal ke Puncak: Dari Keterpurukan 2020 hingga Juara Premier League dan Target Champions League

Frankenstein45.Com – 26 Mei 2026 | Arsenal kembali menorehkan sejarah setelah mengangkat trofi Premier League pertama sejak 2004. Di balik kebangkitan itu, sayap kiri Inggris, Bukayo Saka, tampil sebagai sosok yang tidak hanya memecahkan keraguan, tetapi juga menjadi motor penggerak tim dalam menutup musim dengan kemenangan 2-1 atas Crystal Palace di Selhurst Park.

Jejak Gelap 2020: Dari Posisi ke-15 hingga Kritik Pedas

Pada Desember 2020, Arsenal berada di peringkat ke-15 klasemen, hanya mengumpulkan empat kemenangan. Tim terpuruk itu menjadi sasaran ejekan media sosial dan para pengkritik. Saka, yang saat itu masih muda, menulis sebuah unggahan yang kemudian menjadi viral di kalangan suporter. Ia menyampaikan dukungan kepada fans dan mengekspresikan kekecewaan serta rasa terpukul atas penurunan performa klub.

“Saya berada di masa yang sangat sulit. Kami berada di level yang sangat rendah dan jauh dari standar yang saya yakini untuk Arsenal,” kata Saka dalam sebuah wawancara dengan Sky Sports. Ungkapan tersebut mencerminkan tekad pribadi pemain untuk mengubah nasib klub.

Kemenangan di Selhurst Park: Impian Menjadi Kenyataan

Musim 2025/2026 berakhir dengan Arsenal mengamankan tiga poin penting melawan Crystal Palace. Gol penentu datang dari Gabriel Jesus, namun kontribusi Saka tetap vital. Setelah mengangkat trofi, Saka mengaku seakan berada dalam mimpi. “Saya bilang kepada JT (Jurrien Timber) bahwa kami sedang berdiri di dalam mimpi kami,” ucapnya.

Atmosfer di Selhurst Park digambarkan Saka sebagai pengalaman yang sulit dipercaya. Ia menambahkan bahwa tidak ada lagi ejekan; kini saatnya Arsenal menikmati hasil kerja kerasnya.

Menuju Final Champions League di Budapest

Setelah mengukir prestasi di liga domestik, Arsenal menatap final Champions League yang akan digelar di Budapest. Pada babak semifinal, Gunners menumbangkan Atletico Madrid dengan agregat 2-1, di mana Saka mencetak satu-satunya gol kemenangan. Ia menyebut atmosfer sebelum pertandingan luar biasa, menekankan dukungan tak henti dari suporter yang “mendorong kami terus-menerus”.

Pelatih Mikel Arteta menyatakan kebanggaan atas perjalanan tim, sementara mantan legenda Thierry Henry menilai kemenangan tersebut sebagai titik balik penting setelah bertahun‑tahun gagal di kompetisi Eropa.

Saka dan Tim Nasional Inggris: Harapan Besar

Di level internasional, Saka tetap menjadi pilihan utama timnas Inggris. Performa konsistennya di Liga Primer meningkatkan ekspektasi bagi skuad biru yang tengah berusaha menebus kekecewaan pada turnamen besar sebelumnya. Meskipun drama televisi “Dear England” menyoroti tekanan yang dihadapi timnas, Saka dipandang sebagai pemain yang dapat mengembalikan kejayaan Inggris di panggung dunia.

Keberhasilan Arsenal pada musim ini memperkuat posisi Saka sebagai salah satu talenta paling berharga di Inggris, baik di level klub maupun internasional.

Dengan Premier League di tangan dan peluang besar di Champions League, Saka dan rekan‑rekan Arsenal berada pada posisi yang belum pernah mereka rasakan dalam dua dekade terakhir. Semua mata kini tertuju pada Budapest, di mana harapan akan menambah koleksi trofi klub dan mengukir sejarah baru bagi generasi pemain muda Inggris.

Jika Arsenal berhasil meraih gelar Eropa, era kebangkitan yang dipimpin Saka akan menjadi contoh inspiratif bahwa tekad, kerja keras, dan dukungan suporter dapat mengubah nasib sebuah klub besar yang pernah terpuruk.