Frankenstein45.Com – 12 Mei 2026 | Satelit Nusantara Lima resmi dinyalakan pada 28 April 2024, menandai tonggak penting dalam upaya memperluas akses internet ke seluruh wilayah kepulauan Indonesia.
Satellit ini memiliki berat sekitar 2,8 ton dan dilengkapi dengan transponder Ku‑band serta Ka‑band yang beroperasi di orbit geostasioner 137°E. Kapasitas totalnya mencapai 150 Gbps, memungkinkan layanan broadband berkecepatan tinggi untuk daerah‑daerah yang selama ini sulit terjangkau jaringan.
Berikut ini beberapa spesifikasi utama Satelit Nusantara Lima:
| Parameter | Detail |
|---|---|
| Berat | 2,8 ton |
| Orbit | Geostasioner 137°E |
| Frekuensi | Ku‑band & Ka‑band |
| Kapasitas | 150 Gbps |
| Jangkauan | Seluruh wilayah Indonesia, termasuk pulau-pulau kecil |
Dengan kemampuan tersebut, satelit diharapkan dapat mempercepat realisasi program Palapa Ring dan mengurangi kesenjangan digital antara kota besar dan daerah terpencil. Sekolah, puskesmas, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah pedalaman diproyeksikan akan mendapatkan layanan internet dengan kecepatan minimal 10 Mbps.
Meskipun potensi manfaatnya besar, tantangan tetap ada, antara lain integrasi jaringan satelit dengan infrastruktur darat, regulasi spektrum, serta kebutuhan pendanaan untuk perangkat akhir (terminal) di pengguna akhir.
Secara keseluruhan, operasional Satelit Nusantara Lima menjadi langkah strategis bagi pemerintah Indonesia untuk memperkuat kedaulatan digital dan memastikan setiap warga negara dapat menikmati layanan internet yang memadai.




