Satgas Cartenz Tembak DPO KKB di Puncak Jaya, Satu Anggota Ditangkap
Satgas Cartenz Tembak DPO KKB di Puncak Jaya, Satu Anggota Ditangkap

Satgas Cartenz Tembak DPO KKB di Puncak Jaya, Satu Anggota Ditangkap

Frankenstein45.Com – 04 April 2026 | Operasi Damai Cartenz 2026 yang dilaksanakan pada Kamis, 2 April 2026 di Kabupaten Puncak Jaya berhasil menembak dan menangkap seorang anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang tergabung dalam Daerah Operasi (DPO) KKB. Tim satgas, yang dibentuk oleh TNI dan Polri, melakukan penyisiran intensif setelah menerima intelijen tentang keberadaan kelompok tersebut di wilayah perbatasan.

Dalam aksi, satu anggota KKB yang bernama (nama disamarkan) terbunuh setelah menolak menyerah. Anggota lainnya berhasil diamankan tanpa cedera. Penangkapan ini menandai langkah penting dalam upaya menurunkan tingkat kekerasan dan penjarahan yang belakangan ini meningkat di daerah pegunungan Papua.

Barang bukti yang berhasil disita meliputi:

  • Senjata api jenis pistol kaliber 9mm (2 buah)
  • Senapan serbu AK-47 (1 buah)
  • 10.000 butir amunisi
  • Beberapa helai pakaian militer dan identitas palsu

Pimpinan Satgas Cartenz, Mayor Letnan Inf. Agus Santoso, menyatakan bahwa operasi ini merupakan hasil kerja sama yang solid antara TNI AD, TNI AL, TNI AU, serta Polri dan aparat keamanan setempat. Ia menegaskan bahwa satgas akan terus melakukan patroli dan penyisiran untuk menumpas sisa-sisa KKB di seluruh wilayah Papua.

Selain penangkapan, tim satgas juga berhasil mengamankan sejumlah desa yang sebelumnya dikuasai oleh KKB. Warga setempat melaporkan rasa aman yang kembali, dan berharap operasi serupa dapat berlanjut hingga seluruh wilayah bebas dari ancaman kelompok kriminal bersenjata.

Para analis keamanan menilai bahwa penangkapan anggota KKB di Puncak Jaya dapat menjadi titik balik dalam strategi pemerintah untuk mengendalikan konflik bersenjata di Papua. Namun, mereka mengingatkan bahwa upaya jangka panjang tetap diperlukan, termasuk pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan publik, dan dialog yang konstruktif dengan masyarakat adat.