Frankenstein45.Com – 05 April 2026 | Mantan Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menilai bahwa penugasan pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon, khususnya UNIFIL, seharusnya dihentikan karena situasi di medan perang masih sangat tidak stabil.
UNIFIL (United Nations Interim Force Lebanon) dibentuk pada tahun 1978 dan sejak itu beroperasi di wilayah selatan Lebanon untuk memantau gencatan senjata antara Lebanon dan Israel serta melindungi warga sipil. Namun, konflik bersenjata yang berkepanjangan, serangan roket, serta bentrokan di perbatasan telah membuat area operasi tetap “membara”.
SBY mengemukakan beberapa alasan utama:
- Keamanan personel UNIFIL terancam serius akibat serangan yang terus meningkat.
- Keberadaan pasukan asing tidak serta-merta mengurangi intensitas konflik di lapangan.
- Sumber daya PBB dapat dialokasikan ke misi yang lebih membutuhkan kestabilan.
Reaksi dari kalangan internasional masih beragam. Beberapa anggota Dewan Keamanan PBB menegaskan komitmen mereka untuk tetap mendukung UNIFIL, sementara negara-negara lain menyambut seruan SBY sebagai panggilan untuk meninjau kembali efektivitas misi.
Apapun keputusan yang diambil, situasi di Lebanon tetap menjadi tantangan besar bagi PBB dalam menyeimbangkan antara perlindungan warga sipil dan keselamatan pasukan perdamaian.




