Sebar 400 Mata Digital Pengawas Orang Asing, Kanim Surabaya Perkuat Pengawasan Melalui APOA
Sebar 400 Mata Digital Pengawas Orang Asing, Kanim Surabaya Perkuat Pengawasan Melalui APOA

Sebar 400 Mata Digital Pengawas Orang Asing, Kanim Surabaya Perkuat Pengawasan Melalui APOA

Frankenstein45.Com – 13 Juni 2026 | Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya (Kanim Surabaya) mengumumkan penyebaran lebih dari 400 akun mata digital yang disebut APOA (Aplikasi Pengawasan Orang Asing) ke berbagai sektor strategis di wilayah kerjanya. Langkah ini diambil untuk meningkatkan efektivitas pemantauan keberadaan dan aktivitas warga negara asing serta memperkuat keamanan nasional.

APOA merupakan platform digital yang memungkinkan petugas imigrasi melakukan pelacakan real‑time terhadap data pribadi, pergerakan, dan aktivitas online warga negara asing yang berada di Indonesia. Setiap akun APOA dikelola oleh unit kerja yang memiliki otoritas pengawasan di sektor masing‑masing.

  • Pelabuhan dan bandara
  • Perusahaan logistik dan transportasi
  • Instansi pendidikan tinggi
  • Perusahaan konstruksi
  • Industri pariwisata dan perhotelan
  • Lembaga keuangan

Dengan penyebaran ini, Kanim Surabaya berharap dapat memperoleh data yang lebih akurat dan cepat dalam mengidentifikasi potensi pelanggaran imigrasi, penyalahgunaan visa, serta aktivitas yang dapat mengancam keamanan publik. Data yang terkumpul akan diproses secara terpusat dan disalurkan kepada pihak berwenang terkait.

Direktur Kanim Surabaya, Dr. H. Suyono, M.Si., menyatakan, “Penerapan APOA secara luas merupakan bagian dari upaya modernisasi sistem pengawasan imigrasi. Kami menaruh harapan besar bahwa teknologi ini akan membantu kami mengantisipasi risiko lebih dini dan meningkatkan koordinasi dengan instansi lain.”

Penggunaan 400 mata digital ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara imigrasi dengan otoritas lokal, termasuk kepolisian, Badan Keamanan Nasional, serta pemerintah daerah. Implementasi APOA akan terus dipantau dan dievaluasi untuk memastikan efektivitasnya serta menyesuaikan kebijakan bila diperlukan.