Frankenstein45.Com – 05 Juni 2026 | Presiden Republik Indonesia ke-7, Joko Widodo, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Jokowi, memberikan komentar terkait proses hukum yang sedang dihadapi mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim. Jokowi menegaskan bahwa Nadiem adalah orang yang baik dan tidak berniat merugikan negara.
Pengadaan laptop berbasis sistem operasi Chrome OS atau Chromebook menjadi sorotan publik setelah pemerintah mengumumkan rencana penyediaan perangkat tersebut untuk meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia. Arahan Presiden terkait pengadaan ini menekankan pentingnya akses teknologi yang terjangkau dan mudah dikelola bagi siswa dan guru.
Dalam menanggapi penyelidikan tersebut, Jokowi menekankan bahwa penilaian moral Nadiem tidak boleh dipengaruhi semata‑mata oleh proses hukum yang sedang berlangsung. Ia menambahkan bahwa selama menjabat, Nadiem telah berkontribusi signifikan dalam reformasi pendidikan, termasuk peluncuran program Merdeka Belajar dan digitalisasi sekolah.
- Arahan Presiden: Mempercepat penyediaan Chromebook untuk semua jenjang pendidikan.
- Tujuan: Meningkatkan keterampilan digital siswa dan mempermudah proses belajar mengajar.
- Kontroversi: Pertanyaan mengenai transparansi proses lelang dan nilai kontrak.
- Reaksi Jokowi: Menyatakan kepercayaan pada integritas Nadiem dan menolak asumsi negatif.
Jokowi menutup pernyataannya dengan harapan agar proses hukum dapat berjalan secara adil dan tidak mengganggu agenda besar pemerintah dalam memodernisasi pendidikan nasional. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap fokus pada tujuan utama, yaitu menciptakan generasi muda yang siap bersaing di era digital.




