Frankenstein45.Com – 11 Mei 2026 | Serie A musim 2025/2026 memasuki fase krusial menjelang akhir pekan terakhir. Di satu sisi, Inter Milan telah mengamankan gelar juara dengan tiga pertandingan tersisa, sementara dua raksasa tradisional lainnya, AC Milan dan Juventus, berjuang keras untuk mengisi tempat di Liga Champions. Di tengah persaingan itu, klub yang relatif kecil, Como 1907, mencuri perhatian dengan prestasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Kemenangan Historis Como
Pelatih asal Spanyol, Cesc Fabregas, memimpin Como meraih kemenangan 1-0 atas Hellas Verona pada laga tandang di Bentegodi. Gol tunggal dicetak oleh Anastasios Douvikas pada menit ke‑71, memastikan tim berlabuh di posisi keenam klasemen Serie A dengan 65 poin. Pencapaian ini menandai kualifikasi pertama Como ke kompetisi Eropa, baik itu Europa Conference League maupun peluang melaju ke Europa League atau bahkan Champions League bila hasil dua laga terakhir tetap menguntungkan.
Fabregas, yang dulu berperan sebagai gelandang Barcelona, mengungkapkan kebanggaannya: “Dua tahun lalu kami promosi ke Serie A, kini kami lolos ke Eropa. Kami bukan Milan, Inter, Juventus, atau Napoli. Kami tim sederhana yang ingin menikmati momen ini.” Ia menambahkan bahwa tekanan media sosial semakin besar, namun semangat tim tetap tinggi.
Inter Milan: Juara Sudah Tercapai
Inter Milan mengakhiri musim reguler dengan keunggulan tak terbantahkan, mengunci gelar juara sebelum tiga pertandingan terakhir. Keberhasilan ini memberi klub kebebasan untuk merencanakan rotasi pemain di sisa pertandingan dan fokus pada kompetisi Eropa yang akan datang. Sementara itu, manajer Internazionale tetap menekankan pentingnya menjaga konsistensi performa demi menyiapkan tim menghadapi fase knockout Liga Champions.
Milan di Bawah Tekanan
AC Milan mengalami nasib berbalik setelah kekalahan 3-2 melawan Atalanta di San Siro. Kegagalan ini memungkinkan Juventus melampaui mereka menjadi peringkat ketiga dengan 67 poin. Saat ini Milan berada di posisi kelima, berjarak tiga poin dari Juventus dan dua poin dari Como. Dengan dua laga tersisa, Milan harus mengumpulkan setidaknya 73 poin untuk tetap memiliki peluang masuk empat besar, mengingat rival mereka masih memiliki pertandingan penting.
Penampilan keras pemain seperti Rafael Leão yang menerima kartu kuning pada pertandingan terakhir menambah beban suspensi bagi Milan pada laga mendatang melawan Genoa, menambah tantangan bagi Stefano Pioli dalam mengatur taktik.
Perebutan Tempat di Liga Champions
Dengan Inter sudah mengamankan gelar, tiga tempat tersisa untuk Liga Champions menjadi fokus utama Juventus, Milan, dan Como. Berikut tabel singkat poin setelah laga Verona:
| Posisi | Klub | Poin |
|---|---|---|
| 1 | Inter Milan | 70 |
| 2 | Juventus | 68 |
| 3 | AC Milan | 67 |
| 4 | Roma | 67 |
| 5 | Como 1907 | 65 |
Jika Juventus, Milan, dan Roma dapat menambah tiga poin masing‑masing, Como masih memiliki peluang mengejar tempat keempat dengan selisih dua poin, asalkan mereka memenangkan dua pertandingan terakhir.
Prospek Dua Babak Terakhir
Jadwal sisa musim menampilkan konfrontasi penting: Juventus akan menjamu Atalanta, Milan akan berhadapan dengan Genoa, dan Como akan kembali ke Sinigaglia melawan Parma. Semua tim harus mengoptimalkan performa, mengingat satu kesalahan dapat mengubah nasib mereka dalam perburuan tempat Liga Champions.
Fabregas menyatakan bahwa timnya masih memiliki dua pertandingan untuk “terbang lebih tinggi”. Sementara itu, para pendukung Milan menanti kembalinya formasi serangan yang efektif, dan Juventus bertekad mempertahankan posisi ketiga demi mengamankan tiket Champions League.
Dengan dinamika yang terus berubah, Serie A musim ini menjadi contoh betapa kompetisi dapat menghasilkan kisah dramatis, dari kejutan Como yang mengukir sejarah hingga tekanan besar pada klub-klub besar yang berjuang mempertahankan prestasi. Pertarungan dua minggu terakhir akan menjadi penentu akhir siapa yang akan melaju ke panggung Eropa dan siapa yang harus menelan kekecewaan.




