Frankenstein45.Com – 14 April 2026 | Beberapa negara anggota NATO, termasuk Inggris dan Prancis, menegaskan bahwa mereka tidak akan berpartisipasi dalam operasi blokade yang direncanakan Amerika Serikat di Selat Hormuz. Keputusan ini diambil setelah ketegangan militer antara Amerika Serikat‑Israel dengan Iran meningkat, dan para sekutu menekankan bahwa keterlibatan mereka hanya akan terbatas pada upaya menjaga keamanan navigasi laut setelah konflik tersebut berakhir.
Prancis mengungkapkan posisi serupa, menyatakan bahwa keterlibatan militer harus didasarkan pada keputusan kolektif dalam kerangka aliansi NATO dan Perserikatan Bangsa‑Bangsa. Paris menolak tindakan yang dapat menimbulkan eskalasi lebih lanjut di Teluk Persia.
Para sekutu NATO lainnya, termasuk Jerman, Italia, dan Kanada, juga menyatakan keprihatinan mereka terhadap rencana blokade tersebut. Meskipun tidak secara eksplisit menolak, mereka menekankan bahwa setiap tindakan harus melalui prosedur multilateral dan mempertimbangkan dampak ekonomi serta kemanusiaan.
Berikut rangkuman posisi utama negara‑negara NATO terkait rencana blokade:
- Inggris: Menolak ikut serta dalam operasi blokade; hanya akan membantu mengamankan lalu lintas laut setelah konflik berakhir.
- Prancis: Menolak partisipasi tanpa mandat kolektif; menekankan pentingnya solusi diplomatik.
- Jerman, Italia, Kanada: Menyatakan keprihatinan dan menuntut keputusan bersama melalui NATO.
Keputusan ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas kebijakan luar negeri Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, terutama mengingat peran strategis Selat Hormuz sebagai jalur utama pengiriman minyak dunia. Para analis memperkirakan bahwa tanpa dukungan aliansi NATO yang solid, blokade unilateral berpotensi menimbulkan gangguan signifikan pada pasar energi global.
Di sisi lain, Iran menanggapi ancaman blokade dengan memperkuat kemampuan pertahanan maritimnya dan menegaskan haknya atas kebebasan navigasi di perairan internasional. Sementara itu, negara‑negara produsen minyak lain mengawasi situasi dengan cermat, mengingat fluktuasi harga minyak dapat berdampak pada perekonomian global.




