Frankenstein45.Com – 03 April 2026 | Penutupan Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur perdagangan minyak terpenting dunia memicu kekhawatiran internasional. Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), Mohammed Al Budaiwi, pada hari Senin menyerukan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk mengambil langkah konkret dalam melindungi keamanan jalur maritim tersebut.
Al Budaiwi menambahkan bahwa Dewan Keamanan perlu:
- Mengeluarkan resolusi yang menegaskan pentingnya kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
- Menugaskan misi pengawasan maritim internasional dengan dukungan angkatan laut dari negara‑negara anggota PBB.
- Mengimplementasikan sanksi terhadap pihak yang melakukan tindakan menghalangi atau mengancam keselamatan kapal dagang.
Penutupan selat diperkirakan dapat menurunkan pasokan minyak mentah sebesar 20 persen, mengingat sekitar satu pertiga produksi minyak dunia melintasi Selat Hormuz setiap harinya. Dampak ekonomi yang diantisipasi mencakup lonjakan harga minyak, gangguan rantai pasok energi, serta peningkatan biaya transportasi barang.
Para ahli menilai bahwa selain tindakan militer, diplomasi multilateral menjadi kunci untuk meredakan ketegangan. Mereka menyarankan agar negara‑negara konsumen energi bersiap dengan kebijakan diversifikasi sumber energi dan meningkatkan cadangan strategis.
GCC juga menekankan pentingnya kerja sama regional, termasuk dengan negara‑negara di luar Teluk, untuk memastikan bahwa jalur perdagangan internasional tetap terbuka dan aman. Pihak PBB diharapkan dapat menyusun mekanisme respons cepat bila terjadi insiden di perairan tersebut.
Hingga saat ini, belum ada keputusan resmi dari DK PBB mengenai langkah-langkah yang akan diambil. Namun, tekanan politik dari GCC dan komunitas bisnis global diperkirakan akan mempercepat proses pembahasan.




