Frankenstein45.Com – 21 Mei 2026 | PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mengumumkan kerja sama strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengembangkan material konstruksi yang lebih kuat, ringan, dan ramah lingkungan.
Kolaborasi ini bertujuan memanfaatkan keahlian penelitian BRIN dalam bidang material serta kapasitas produksi SIG untuk mempercepat penerapan teknologi baru di pasar konstruksi Indonesia.
- Pengembangan semen dengan jejak karbon lebih rendah.
- Penciptaan beton ultra‑high performance (UHPC) yang mengurangi kebutuhan material.
- Uji coba bahan alternatif berbasis limbah industri.
- Integrasi sensor pintar untuk monitoring struktur secara real‑time.
Rencana kerja terbagi menjadi tiga fase utama: riset laboratorium, skala pilot, dan komersialisasi. Setiap fase diperkirakan memakan waktu 12‑18 bulan.
| Fase | Durasi | Target Utama |
|---|---|---|
| Riset Laboratorium | 12 bulan | Formulasi bahan baru dan karakterisasi |
| Pilot Skala | 15 bulan | Produksi batch kecil dan evaluasi performa |
| Komersialisasi | 18 bulan | Peluncuran produk ke pasar nasional |
Manfaat yang diharapkan meliputi pengurangan emisi CO₂ hingga 30 persen, peningkatan efisiensi penggunaan material, serta penciptaan lapangan kerja di sektor riset dan manufaktur. Pemerintah dan asosiasi industri konstruksi menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah penting menuju pembangunan berkelanjutan.
Direktur Riset SIG, Budi Santoso, menyatakan, “Kolaborasi dengan BRIN memperkuat posisi kami sebagai pelopor inovasi material di Indonesia. Kami optimis hasil riset ini akan memberikan solusi konkret bagi tantangan lingkungan dan produktivitas sektor konstruksi.”
Dengan dukungan pendanaan pemerintah dan komitmen bersama, proyek ini diharapkan menjadi contoh sinergi antara perusahaan BUMN dan lembaga riset nasional dalam menciptakan teknologi hijau yang dapat diadopsi secara luas.




