Frankenstein45.Com – 17 Mei 2026 | Semen Padang kembali menegaskan tekadnya menjajal Borneo FC di kandang tandang Samarinda meski baru saja menelan kekalahan telak 0-7 dari Persebaya Surabaya pada pekan ke-33 BRI Super League 2025/2026. Pelatih asal Tulehu, Ambon, Imran Nahumarury, menyatakan bahwa timnya tidak akan gentar dan justru menyiapkan strategi baru yang berfokus pada pengembangan pemain lokal serta taktik kejutan di babak kedua.
Strategi Lokal yang Ditingkatkan
Pada pertandingan melawan Persebaya, Imran menurunkan sepuluh pemain lokal dan hanya menyisakan satu pemain asing, Guillermo Fernandez. Keputusan itu sempat menimbulkan pertanyaan mengapa tim tak mengoptimalkan kekuatan pemain impor. Namun Imran menjelaskan bahwa tujuan utama adalah memberi pengalaman kompetitif kepada pemain Padang agar terbiasa dengan tekanan liga tertinggi. “Kami sudah degradasi, jadi saya memutuskan memberi kesempatan pemain lokal agar mereka dapat pengalaman di Liga 1,” ujarnya.
Strategi tersebut terbukti menghasilkan dua gol kebobolan pada babak pertama, namun lima gol tambahan masuk pada babak kedua setelah pergantian pemain seperti Kazaki Nakagawa, Kianz Froese, dan Maicon. Imran mengakui taktik babak pertama berjalan baik, namun persiapan tim yang hanya satu kali latihan sehari sebelum pertandingan sangat memengaruhi performa babak kedua.
Pelajaran Dari Kekalahan Besar
Meski hasil 0-7 sangat menyakitkan, Imran menekankan apresiasi atas ketahanan pemain yang tetap bermain hingga peluit akhir. “Saya berterima kasih dan bersyukur para pemain sudah tampil sampai akhir permainan dengan selamat,” katanya. Ia juga meminta maaf kepada suporter Padang dan media, menegaskan bahwa ini merupakan laga terakhir di kandang sebelum tim mengakhiri musim.
Selain itu, Imran menegaskan bahwa langkah menurunkan pemain lokal bukan berarti meremehkan kualitas pemain asing. “Saya tidak tak percaya pada pemain asing, namun saya belum tahu siapa yang akan dipertahankan musim depan,” ujarnya.
Menatap Pertandingan Melawan Borneo FC
Dengan semangat memperbaiki kekurangan, Imran mengumumkan bahwa ia akan kembali menampilkan pemain lokal pada laga penutup melawan Persija pada 23 Mei, sekaligus menyiapkan formasi khusus untuk menghadapi Borneo FC di Samarinda. Menurutnya, pertandingan tandang ini menjadi kesempatan emas untuk menguji taktik kejutan yang dirancang khusus untuk menekan pertahanan Borneo FC yang dikenal kuat di lini tengah.
Imran mengindikasikan bahwa ia akan mengandalkan perubahan formasi menjadi 3‑5‑2 pada babak pertama, dengan tiga bek tengah yang lebih kompak dan dua sayap yang siap melakukan serangan balik cepat. Pada babak kedua, ia berencana menurunkan pemain pengganti yang memiliki kecepatan tinggi untuk menambah intensitas serangan, serupa dengan strategi yang ia gunakan melawan Persebaya namun dengan persiapan yang lebih matang.
Ia juga menambahkan bahwa latihan khusus akan difokuskan pada pola pressing tinggi dan transisi cepat, sehingga Borneo FC tidak dapat mengontrol tempo permainan. “Kami akan memanfaatkan ruang kosong di sisi kanan lapangan, memanfaatkan kecepatan pemain lokal yang sudah terbiasa dengan kondisi cuaca dan lapangan di Sumatera Barat,” kata Imran.
Harapan Kedepan dan Fokus pada Championship
Setelah musim berakhir, Semen Padang menargetkan kembali ke Liga 1 melalui jalur Championship. Imran menegaskan pentingnya memberikan jam terbang kepada pemain lokal agar mereka tetap menjadi pondasi tim di musim mendatang. “Pemain lokal dari Padang lah yang akan tetap di tim ini, dan insyaallah mereka yang akan menaikkan Semen Padang ke Liga 1 lagi,” ujarnya.
Dengan semangat baru, dukungan suporter, dan taktik kejutan yang sedang disiapkan, Semen Padang berharap dapat menampilkan penampilan lebih kompetitif melawan Borneo FC. Pertandingan ini tidak hanya menjadi ujian bagi kemampuan taktik Imran, tetapi juga menjadi ajang pembuktian bagi para pemain lokal yang kini menjadi ujung tombak tim.
Jika strategi Imran berhasil, Semen Padang dapat mengubah narasi dari tim yang “hanya menjadi lumbung gol” menjadi tim yang mampu bersaing secara konsisten di level tertinggi. Semua mata kini tertuju pada Samarinda, menanti aksi kejutan yang dijanjikan oleh sang pelatih.




