Frankenstein45.Com – 16 Mei 2026 | Pertemuan Menteri Luar Negeri negara‑negara BRICS yang diadakan di New Delhi, India pada 14–15 Mei 2026 menjadi platform strategis bagi Indonesia untuk menegaskan sejumlah agenda penting dalam rangka memperkuat posisi negara‑negara berkembang di panggung internasional.
Dalam sesi pleno, delegasi Indonesia menekankan lima prioritas utama:
- Reformasi struktur tata kelola global, termasuk pembaruan lembaga keuangan internasional agar lebih representatif bagi negara‑negara berkembang.
- Peningkatan kerja sama ekonomi yang berkeadilan, dengan fokus pada perdagangan barang dan jasa, serta investasi yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
- Pembangunan infrastruktur digital dan energi bersih sebagai fondasi transformasi ekonomi yang inklusif.
- Peningkatan kapasitas penanggulangan perubahan iklim melalui teknologi hijau dan mekanisme pendanaan yang memadai.
- Penguatan sistem keamanan multilateral yang menekankan dialog dan pencegahan konflik, bukan intervensi militer.
Selain itu, Indonesia menyerukan agar BRICS memperluas mekanisme koordinasi politik untuk menanggapi krisis kemanusiaan dan kesehatan global, termasuk penanggulangan pandemi di masa mendatang. Harapannya, suara negara‑negara berkembang dapat lebih terdengar dalam keputusan‑keputusan strategis yang memengaruhi keseimbangan ekonomi dan politik dunia.
Dengan menegaskan posisi ini, Indonesia berharap dapat memanfaatkan sinergi BRICS untuk memperkuat pertumbuhan domestik sekaligus memperluas jaringan diplomatik yang mendukung kepentingan nasional dan regional.




