Frankenstein45.Com – 14 Juni 2026 | Seskab Teddy mengklaim bahwa harga bahan bakar jenis Pertamax di Indonesia masih berada di bawah tarif yang diberlakukan di Filipina dan Singapura. Pernyataan tersebut disampaikan berbarengan dengan peluncuran kebijakan subsidi BBM terbaru oleh pemerintah.
Berikut perbandingan perkiraan harga eceran per liter Pertamax di tiga negara tersebut (dalam mata uang setempat dan dikonversi ke rupiah untuk memudahkan perbandingan):
| Negara | Harga per Liter | Setara dalam Rupiah (≈) |
|---|---|---|
| Indonesia | Rp9.000 | Rp9.000 |
| Filipina | PHP78 | Rp20.000 |
| Singapura | SGD2.10 | Rp22.000 |
Data di atas menunjukkan bahwa konsumen di Indonesia menikmati harga yang lebih rendah, meski nilai tukar dapat berfluktuasi. Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa subsidi yang diberikan tetap berkelanjutan, dengan fokus pada menjaga kestabilan harga dan mengurangi beban masyarakat.
Kebijakan subsidi terbaru mencakup penyesuaian tarif subsidi pada bahan bakar bersubsidi, peningkatan efisiensi distribusi, serta penguatan mekanisme pengawasan harga di tingkat daerah. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menahan tekanan inflasi energi dan memastikan harga Pertamax tetap kompetitif dibanding negara tetangga.
Para pengamat ekonomi menilai bahwa meskipun harga masih lebih murah, faktor eksternal seperti harga minyak dunia dan nilai tukar dapat mempengaruhi kestabilan harga di masa depan. Namun, selama kebijakan subsidi berjalan efektif, Indonesia diperkirakan tetap mempertahankan keunggulan harga bahan bakar dibanding Filipina dan Singapura.




