Frankenstein45.Com – 23 April 2026 | SETARA Institute meluncurkan Laporan Indeks Kota Toleran (IKT) 2025 sebagai upaya memetakan dan mempromosikan praktik toleransi antar‑warga di seluruh Indonesia. Indeks ini menilai 100 kota terbesar berdasarkan enam dimensi utama, yaitu kebijakan publik, keberagaman budaya, pendidikan inklusif, partisipasi sosial, keamanan, dan inovasi dalam penyelesaian konflik.
Hasil survei menunjukkan bahwa Kota Salatiga memperoleh skor tertinggi dengan nilai 86,7, menempatkannya di puncak peringkat nasional. Keberhasilan Salatiga dipandang sebagai contoh konkret kebijakan inklusif, program pendidikan multikultural, serta dukungan aktif masyarakat dalam mengatasi potensi konflik.
- Salatiga – 86,7
- Bandung – 84,3
- Yogyakarta – 82,9
- Semarang – 81,5
- Surabaya – 80,2
Berikut ini ringkasan skor enam dimensi yang menjadi penilaian utama:
| Kota | Kebijakan Publik | Keberagaman Budaya | Pendidikan Inklusif | Partisipasi Sosial | Keamanan | Inovasi Konflik |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Salatiga | 88 | 87 | 85 | 86 | 86 | 87 |
| Bandung | 85 | 84 | 83 | 85 | 84 | 84 |
| Yogyakarta | 84 | 83 | 82 | 84 | 83 | 83 |
Peneliti SETARA Institute menekankan bahwa pencapaian Salatiga tidak lepas dari sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, serta organisasi masyarakat sipil. Program “Toleransi dalam Aksi” yang digulirkan sejak 2022 menjadi salah satu faktor pendorong utama, mencakup pelatihan mediasi, festival budaya lintas agama, dan kampanye media sosial yang menyoroti nilai‑nilai kebersamaan.
Dengan publikasi IKT 2025, diharapkan kota‑kota lain dapat meniru praktik terbaik yang telah terbukti efektif, sehingga tercipta jaringan kota toleran yang lebih luas di seluruh Nusantara.




