Frankenstein45.Com – 01 Juli 2026 | Pada bulan Mei 2026, neraca perdagangan Indonesia berbalik menjadi defisit sebesar US$1,61 miliar, menghentikan tren surplus yang bertahan selama 72 bulan berturut‑turut. Perubahan ini dipicu oleh lonjakan impor yang signifikan sekaligus penurunan nilai ekspor.
Berikut ringkasan utama data perdagangan bulan Mei 2026:
| Komponen | Nilai (USD Miliar) |
|---|---|
| Ekspor | 69,20 |
| Impor | 70,81 |
| Defisit/Surplus | -1,61 |
Ekspor utama tetap didominasi oleh produk pertambangan, kelapa sawit, dan barang elektronik, namun volume ekspor menurun sekitar 3,5% dibandingkan bulan sebelumnya. Sebaliknya, impor barang konsumsi, bahan baku industri, dan kendaraan meningkat hampir 5,2%, dipicu oleh permintaan domestik yang kuat dan kebijakan tarif yang lebih longgar.
Para analis menilai bahwa defisit ini bersifat sementara. Faktor-faktor yang dapat memperbaiki posisi perdagangan antara lain peningkatan daya saing produk lokal, diversifikasi pasar tujuan ekspor, serta penguatan kebijakan perlindungan industri dalam jangka menengah.
Meski defisit muncul di tengah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah berkomitmen untuk menstabilkan neraca perdagangan melalui program “Indonesia Mandiri”. Program ini mencakup insentif bagi produsen dalam negeri, promosi ekspor ke pasar baru, serta penyesuaian kebijakan fiskal untuk mengendalikan impor yang tidak esensial.




