Frankenstein45.Com – 17 Mei 2026 | Militer Israel mengumumkan pada hari Sabtu bahwa mereka berhasil menewaskan Izz al-Din al-Haddad, pemimpin senior sayap militer Hamas, dalam serangan udara di Gaza. Penembakan tersebut menandai korban paling senior yang dilaporkan tewas sejak gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat pada Oktober lalu.
Al-Haddad, yang dikenal luas sebagai otak di balik strategi militer Hamas, memiliki peran penting dalam merancang operasi tempur serta mengkoordinasikan unit-unit bersenjata di Jalur Gaza. Sebelumnya, ia terlibat dalam perencanaan serangan roket, pembangunan terowongan bawah tanah, serta penyusunan taktik gerilya yang menantang keunggulan teknologi militer Israel.
Profil Singkat Izz al-Din al-Haddad
- Latar Belakang: Lahir di wilayah Gaza, al-Haddad menghabiskan masa mudanya dalam jaringan aktivis perlawanan sebelum naik ke posisi senior di Hamas.
- Jabatan: Kepala sayap militer Hamas (al-Qassam Brigades) sejak pertengahan 2020-an.
- Kontribusi Utama: Merancang jaringan terowongan yang menghubungkan Gaza dengan wilayah sekitarnya, serta mengkoordinasikan serangan roket massal pada akhir 2023.
Kematian al-Haddad dipandang sebagai pukulan strategis bagi Hamas, mengingat perannya yang sentral dalam mengatur taktik pertempuran. Namun, para pengamat menekankan bahwa organisasi tersebut memiliki struktur kepemimpinan yang berlapis, sehingga dampaknya belum tentu menghentikan kemampuan operasional Hamas secara keseluruhan.
Pihak militer Israel menyatakan bahwa penargetan al-Haddad merupakan bagian dari upaya menghancurkan kepemimpinan militer Hamas demi menurunkan intensitas serangan terhadap warga Israel. Sementara itu, pernyataan resmi Hamas menuduh Israel melakukan tindakan kejam dan menegaskan akan melanjutkan perlawanan meski kehilangan pemimpin senior.
Reaksi internasional masih beragam. Beberapa negara menyoroti pentingnya menghindari eskalasi lebih lanjut, sementara yang lain menekankan hak Israel untuk membela diri. Kematian al-Haddad menambah ketegangan dalam proses diplomatik yang masih berusaha mencari solusi damai bagi konflik yang telah berlangsung lama.




