Frankenstein45.Com – 15 Mei 2026 | SMAN 1 Pontianak resmi menyatakan tidak akan mengikuti perlombaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar yang dijadwalkan ulang pada tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Keputusan ini diumumkan melalui pernyataan resmi sekolah pada awal pekan ini.
LCC 4 Pilar merupakan ajang tahunan yang menguji kompetensi akademik, kreativitas, kepemimpinan, dan kebugaran siswa di seluruh provinsi. Tahun ini kompetisi sempat dibatalkan karena kendala teknis, kemudian diputuskan untuk diulang pada bulan September.
Dalam pernyataan yang dirilis oleh kepala SMAN 1 Pontianak, Yusril Ahmad, sekolah menolak ikut serta karena jadwal ulang bertepatan dengan ujian akhir semester dan persiapan masuk ujian nasional. “Kami menghargai pentingnya kompetisi ini, namun prioritas utama tetap pada kelancaran proses belajar mengajar serta persiapan ujian yang telah dijadwalkan,” ungkap Yusril.
Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Provinsi Kalimantan Barat menanggapi keputusan tersebut dengan menekankan pentingnya koordinasi antara dinas pendidikan, sekolah, dan panitia lomba. Ketua MPR Provinsi, Rina Suryani, menyatakan, “Kami mengharapkan semua pihak dapat menyelaraskan jadwal kegiatan akademik agar tidak menimbulkan benturan. Kami siap memfasilitasi dialog lebih lanjut untuk mencari solusi yang menguntungkan semua pihak.”
Beberapa pakar pendidikan menilai keputusan SMAN 1 Pontianak dapat menjadi sinyal bagi penyelenggara lomba untuk memperhatikan kalender akademik sekolah. Mereka menyarankan agar panitia lomba melakukan survei jadwal terlebih dahulu sebelum menetapkan tanggal pelaksanaan.
- Keputusan SMAN 1 Pontianak: tidak ikut LCC ulang.
- Alasan utama: bentrok dengan ujian akhir semester dan UN.
- Respons MPR: mengajak dialog dan koordinasi lebih baik.
- Rekomendasi pakar: penyesuaian jadwal lomba dengan kalender sekolah.
Dengan adanya penolakan ini, panitia LCC diharapkan dapat mengevaluasi kembali mekanisme penjadwalan dan memberikan fleksibilitas bagi sekolah yang memiliki kendala serupa. Sementara itu, SMAN 1 Pontianak tetap fokus pada persiapan akademik siswa menjelang ujian akhir.




