Frankenstein45.Com – 04 April 2026 | Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat, kembali menyoroti pentingnya melestarikan tradisi daerah melalui penyelenggaraan lomba ayam kukuak balenggek. Acara ini digelar setiap tahun sebagai bagian dari upaya revitalisasi budaya lokal yang semakin terancam oleh modernisasi.
Lomba ayam kukuak balenggek merupakan kompetisi yang menilai kemampuan ayam jantan dalam menghasilkan suara khas “kukuak” dan “balenggek”. Suara tersebut dianggap sebagai simbol keberanian dan keagresifan dalam tradisi masyarakat Minangkabau. Peserta lomba biasanya melibatkan peternak lokal yang telah membudidayakan ayam khusus untuk tujuan ini selama bertahun-tahun.
Berikut beberapa poin utama yang menjadi fokus penyelenggaraan lomba ini:
- Pelestarian budaya: Menjaga agar warisan lisan dan praktik tradisional tetap hidup di tengah generasi muda.
- Peningkatan ekonomi lokal: Mengundang wisatawan dan pembeli potensial untuk produk-produk kerajinan serta kuliner khas Solok.
- Pendidikan: Memberikan kesempatan bagi sekolah dan lembaga pendidikan untuk mengenalkan nilai-nilai budaya melalui kunjungan lapangan.
Pemkab Solok menambahkan bahwa dukungan dari dinas terkait, lembaga kebudayaan, serta sponsor swasta sangat penting untuk keberlangsungan acara. Pendanaan dialokasikan untuk penyediaan fasilitas lomba, hadiah bagi pemenang, serta promosi melalui media lokal.
Selama lomba, juri yang terdiri dari ahli etologi, budayawan, dan perwakilan masyarakat menilai ayam berdasarkan tiga kriteria utama: kualitas suara, stamina, dan keaslian perilaku alami. Pemenang utama akan mendapatkan penghargaan uang tunai, piagam, serta kesempatan untuk mewakili Solok dalam kompetisi tingkat provinsi.
Selain kompetisi utama, rangkaian acara pendukung meliputi pameran kerajinan tangan, pertunjukan seni tradisional, serta bazaar kuliner khas Minangkabau. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata budaya Solok, sekaligus memperkuat identitas lokal di mata pengunjung luar.
Para peternak yang berpartisipasi menegaskan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan juga wadah untuk bertukar ilmu tentang pemeliharaan ayam kukuak balenggek yang sehat dan berkelanjutan. Mereka berharap kegiatan ini dapat menjadi ajang promosi bagi generasi mendatang agar tidak melupakan akar budaya mereka.
Dengan terus mengoptimalkan pelaksanaan lomba ayam kukuak balenggek, Pemerintah Kabupaten Solok berharap tradisi ini tidak hanya tetap hidup, tetapi juga berkembang menjadi daya tarik wisata yang berkelanjutan, memberikan manfaat sosial‑ekonomi bagi masyarakat setempat.




