Sosialisasi Regulasi Keselamatan Kapal di Samarinda Jadi Forum Strategis
Sosialisasi Regulasi Keselamatan Kapal di Samarinda Jadi Forum Strategis

Sosialisasi Regulasi Keselamatan Kapal di Samarinda Jadi Forum Strategis

Frankenstein45.Com – 19 Juni 2026 | Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) menyelenggarakan acara sosialisasi bertajuk “Sinergi Regulasi dan Keselamatan: Implementasi Bottom Damage Stability & Dasar Ganda pada Kapal Kargo dan Penumpang Armada Nasional” di Samarinda. Acara ini diposisikan sebagai forum strategis untuk meningkatkan pemahaman pemilik kapal, operator, serta pihak terkait mengenai regulasi terbaru yang mengatur keselamatan kapal nasional.

Berbagai pihak hadir, antara lain pejabat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, perwakilan perusahaan pelayaran, serta perwakilan asosiasi industri maritim. Dalam sambutannya, Kepala Biro Klasifikasi Indonesia menekankan pentingnya integrasi regulasi teknis dengan praktik operasional di lapangan.

Berikut poin-poin utama yang dibahas dalam sosialisasi:

  • Bottom Damage Stability (BDS): Mekanisme penilaian stabilitas kapal ketika terjadi kerusakan pada bagian dasar (hull) yang dapat menurunkan daya apung.
  • Dasar Ganda (Double Bottom): Persyaratan struktural tambahan yang mengurangi risiko kebocoran dan meningkatkan ketahanan kapal terhadap benturan.
  • Implementasi pada Kapal Kargo: Penyesuaian desain ruang muatan dan penempatan beban agar tetap memenuhi standar BDS.
  • Implementasi pada Kapal Penumpang: Penataan zona keselamatan dan evakuasi yang disesuaikan dengan perubahan stabilitas akibat kerusakan hull.
  • Pengawasan dan Sertifikasi: Proses audit berkala oleh Biro Klasifikasi untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi baru.

Untuk mempermudah pemahaman, panitia menyajikan tabel ringkas yang membandingkan persyaratan lama dan baru:

Aspek Regulasi Lama Regulasi Baru
Stabilitas saat kerusakan hull Tidak diukur secara terpisah Diukur melalui Bottom Damage Stability
Struktur dasar kapal Single bottom Wajib memiliki double bottom pada kapal tertentu
Frekuensi inspeksi Setahun sekali Setiap enam bulan dengan audit khusus BDS

Para peserta menyatakan bahwa pengetahuan yang didapatkan akan langsung diaplikasikan pada armada mereka. Salah satu perwakilan perusahaan pelayaran menyebutkan, “Dengan regulasi ini, kami dapat meningkatkan standar keselamatan tanpa mengorbankan efisiensi operasional.”

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab yang menghasilkan beberapa rekomendasi, antara lain perlunya pelatihan teknis bagi awak kapal dan peningkatan fasilitas inspeksi di pelabuhan-pelabuhan utama.

Melalui forum strategis ini, diharapkan regulasi keselamatan kapal dapat diinternalisasi secara menyeluruh, sehingga menurunkan risiko kecelakaan laut dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap armada nasional.