SPAN Semakin Ketat, 143.948 Siswa Mendaftar ke PTKIN Kemenag
SPAN Semakin Ketat, 143.948 Siswa Mendaftar ke PTKIN Kemenag

SPAN Semakin Ketat, 143.948 Siswa Mendaftar ke PTKIN Kemenag

Frankenstein45.Com – 05 April 2026 | Kementerian Agama mencatat bahwa sebanyak 143.948 siswa dari jenjang SMA dan sederajat telah mendaftar melalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPAN) untuk masuk ke Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) tahun akademik 2026. Angka pendaftaran ini menandakan peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya, sekaligus menegaskan bahwa persaingan masuk PTKIN semakin ketat.

SPAN merupakan proses seleksi yang menggabungkan prestasi akademik, nilai tes kompetensi, serta faktor non‑akademik seperti kemampuan berbahasa Arab dan pemahaman keagamaan. Pemerintah menegaskan bahwa standar seleksi akan lebih ketat demi memastikan kualitas lulusan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Berikut beberapa poin penting terkait pendaftaran tahun ini:

  • Total pendaftar: 143.948 siswa.
  • Rata‑rata nilai rapor yang dibutuhkan meningkat sebesar 0,3 poin dibandingkan tahun sebelumnya.
  • Jumlah kuota PTKIN secara keseluruhan tetap pada 45.000 tempat, sehingga persentase kelulusan diproyeksikan berada di bawah 35%.
  • Provinsi dengan pendaftar terbanyak: Jawa Barat (22.340), Jawa Timur (18.765), dan Sumatra Utara (12.410).
  • Program beasiswa khusus untuk 5.000 mahasiswa berprestasi akan tetap tersedia.

Kementerian Agama menekankan bahwa peningkatan persaingan ini tidak hanya menguji kemampuan akademik, tetapi juga menuntut kesiapan mental dan spiritual calon mahasiswa. Oleh karena itu, calon pendaftar disarankan untuk mempersiapkan diri secara menyeluruh, termasuk mengikuti bimbingan belajar, meningkatkan kemampuan bahasa Arab, dan memperdalam pengetahuan agama.

Selain itu, Kemenag juga mengumumkan beberapa langkah kebijakan baru, antara lain:

  1. Penerapan tes wawancara online untuk menilai motivasi dan komitmen calon mahasiswa.
  2. Peningkatan jumlah dosen pembimbing akademik di setiap PTKIN.
  3. Penyediaan modul pembelajaran daring gratis bagi calon mahasiswa yang belum lolos seleksi, untuk mempersiapkan diri pada gelombang berikutnya.

Para siswa yang belum berhasil masuk pada gelombang pertama tetap dapat mengikuti jalur alternatif, seperti beasiswa daerah atau program kerja sama dengan lembaga pendidikan luar negeri. Dengan persaingan yang semakin ketat, Kementerian Agama berharap proses seleksi SPAN dapat menghasilkan generasi lulusan PTKIN yang kompeten, berintegritas, dan siap berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai keagamaan di Indonesia.